Usulan Debat Berbahasa Asing Bukti Rendahkan Bahasa Nasional

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Gagasan penyelenggaraan debat capres-cawapres berbahasa asing, menjadi bukti tidak memahami esensi dari perdebatan kandidat. Sekaligus pelecehan marwah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

“Debat capres itu untuk mengetahui kedalaman terhadap masalah dan solusi. Bukan penguasaan bahasa asing,” ujar peneliti kebijakan publik, IDP-LP Riko Noviantoro.

- Advertisement -

Menurutnya gagasan berbahasa asing dalam debat mendegradasi identitas bangsa. Apalagi debat ini diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia, tidak ada urusan dengan masyarakat luar.

Tentu saja, lanjut Riko tidak ada korelasi berbahasa asing dalam debat. Bahkan bisa menjadi salah tafsir dan pemahaman publik. Sehingga memperburuk kualitas demokrasi.

“Debat ini bukan forum internasional. Jadi ide debat capres berbahasa asing sebagai gagasan ngawur,” imbuhnya.

- Advertisement -

Selain itu pula, esensi debat lebih melihat kandidat menjabarkan masalah bangsa. Sekaligus menunjukan strategi penyelesaiannya. Artinya mengetahui kedalaman kandidat terhadap persoalan kekinian dan harapannya.

Debat berbahasa asing, lanjut Riko lebih tepat pada forum internasional. Pada momen itu memang audiennya tidak memahami bahasa Indonesia, pantas untuk berbahasa asing.

“Kok bisa ada ide sepeti ini. Pihak yang usulkan sudah pasti berjiwa kerdil dan malu sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Prediksi Argentina vs Austria: Duel Penentu Puncak Grup J Piala Dunia 2026

JCCNetwork.id - Pertarungan antara Argentina dan Austria pada matchday kedua Grup J Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER