JCCNetwork.id- Pakar Telematika Independen, Roy Suryo, mengungkapkan keprihatinannya terkait keamanan situs pemerintah Indonesia. Menurutnya, mayoritas pertahanan situs pemerintah teridentifikasi sebagai lemah karena minimnya perhatian dari para ahli IT yang seharusnya fokus pada pemeliharaan keamanan situs-situs tersebut.
Hal ini disampaikan Suryo dalam sebuah episode Podcast JCCNetwork yang membahas kebocoran data Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Daftar tersebut diduga diretas oleh seorang hacker bernama Semaran Jimbo, dan kejadian ini telah menjadi viral, dilaporkan baru-baru ini dalam BrechForums.
Suryo menyatakan, rata-rata situs pemerintah itu lemah-lemah. Alasannya karena tidak banyak ahli IT yang benar-benar fokus dan konsen dalam merawat situs pemerintah.
“Terus terang saja memang rata-rata situs pemerintah itu lemah-lemah, alasan karena tidak ada orang bisa benar-benar nangani,” kata Roy Suryo.
Nah ‘celakanya’ lagi lanjut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu, IT masih dipandang sebagai level yang tidak tinggi di suatu kantor. Bahkan di instansi vital pertahanan maupun pemerintahan terkait lainnya, jarang ada petinggi yang mau konsen di bidang itu, lantaran khwatir pangkatnya tak naik-naik.
“Bahkan sampai di Kepolisian maupun Pertahanan itu jarang ada perwira yang mau konsen di bidang itu karena nanti pangkatnya gak naik-naik,” tambahnya dengan nada serius.
Roy Suryo kembali menekankan bahwa saat ini kebutuhan mendesak akan perubahan mindset terhadap peran IT sangatlah vital. Jadi, harus membangun kesadaran bahwa IT itu bukan cuma ‘bermain-main’ di kamar gelap, namun ini tentang keamanan negara dan data semua warga negara.
“Ini sudah sudah jadi kebiasaan di kantor, kalau orang yang biasa canggih di bidang teknologi biasanya dia mager (malas gerak) di situ,” ucapnya.



