IKN Sepi Dari Investor Asing, Ternyata Ini Penyebabnya

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Pengamat Kebijakan Publik dari IDP-LP, Riko Noviantoro menyebut, bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) jauh dari kata matang alias belum sempurna. Akibatnya, para investor asing pun berpikir ulang dan enggan untuk berinvestasi di Indonesia.

“Saya menganggap persoalan itu muncul karena perencanaannya tidak matang. Pengembangan kawasan IKN belum matang,” kata Riko Noviantoro kepada JCCNetwork.id, Sabtu (18/11/2023).

- Advertisement -

“Kajian-kajiannya belum matang, dan penyiapannya itu tidak matang. Namanya investor butuh kepastian, meski sudah diberi HGB (Hak Guna Bangunan) 190 tahun, namun nyatanya itu tidak cukup,” sambung dia.

Menurutnya, salah satu penyebab investor asing enggan berinvestasi di IKN adalah kurangnya kepercayaan atas nilai dan manfaat yang akan diperoleh di Ibu Kota baru tersebut.

“Pasti itu akan membuat lambat pembangunan IKN. Investor dalam negeri bisa, tapi akan lamban. Semakin lamban sebuah proses, maka akan semakin banyak ketidakpastiannya. Itu akan merusak reputasi pemerintah,” tuturnya.

- Advertisement -

IKN Sepi Dari Investor Asing

Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada realisasi terkait investasi asing di IKN.

Adapun sektor prioritas yang akan di berikan kepada investor asing melibatkan pendidikan, kesehatan, dan teknologi.

Jokowi menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat, 17/11, mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 atau April-Juni tumbuh 5,17 persen (year on year/yoy) dan 3,86 persen (quartal to quartal/qtq).

Pertumbuhan tersebut menandakan selama tujuh kuartal, ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5 persen.

“Dan yang paling penting juga stabilitas politiknya juga baik-baik saja. Itu yang terus menerus akan kita sampaikan,” kata Jokowi, Jumat, (17/11/2023).

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Minyak Dunia Kembali Menguat

JCCNetwork.id- Harga minyak mentah dunia kembali bergerak naik pada perdagangan Senin (10/8/2026). Penguatan tersebut terjadi di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz yang...

SLHS Jadi Syarat Mutlak Dapur MBG

Kabel Sinyal KA Dirusak

54 Juta Warga Belum Aktif JKN

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER