Aksi Penistaan Al-Qur’an Merugikan Swedia Hampir Rp3 Miliar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Tindakan provokatif pembakaran Al-Qur’an yang berulang kali terjadi dalam sembilan bulan terakhir telah menyebabkan kerugian finansial signifikan bagi Swedia. Menurut laporan media setempat pada Sabtu (2/9), kerugian akibat tindakan tersebut diperkirakan mencapai hampir 200.000 dolar AS, atau sekitar Rp3 miliar.

Politisi Swedia-Denmark, Rasmus Paludan, bersama seorang pengungsi Irak yang tinggal di Stockholm, Salwan Momika, merupakan dua pelaku utama dari aksi penistaan Al-Qur’an ini. Tindakan mereka yang provokatif, termasuk pembakaran Al-Qur’an, telah menguras dana negara sebanyak 2,2 juta krona Swedia, setara dengan sekitar Rp3 miliar, menurut penyiar Swedia, Sveriges Radio.

- Advertisement -

Selain kerugian finansial, tindakan provokatif ini juga memaksa pengerahan lebih banyak polisi dan mengganggu tugas rutin sebagian besar dari mereka, meningkatkan beban negara. Swedia pun mendapatkan banyak kritikan karena dianggap membiarkan aksi penistaan Al-Qur’an terjadi di bawah pengawasan kepolisian.

Aksi provokatif ini mencakup serangkaian tindakan, seperti pembakaran salinan Al-Qur’an dan tindakan merusak simbol-simbol agama di berbagai lokasi di Swedia. Meskipun tindakan ini mencoreng citra negara dan membahayakan keamanan, pelakunya masih dapat mendapatkan izin dari otoritas.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

APKI Polisikan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

JCCNetwork.id- Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Kristen Indonesia (APKI) melaporkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, ke Polda Metro Jaya....

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER