Dibalik Desain Kontroversial, Buro Happold Klaim Tak Terlibat Dalam JIS

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Proyek Jakarta International Stadium (JIS) menjadi sorotan setelah pernyataan kontroversial dari konsultan desain asal Inggris, Buro Happold. Buro Happold, yang bermarkas di Inggris, mengklaim bahwa proyek JIS tidak sesuai dengan konsep desain asli mereka, yang kemudian menimbulkan dampak yang berkepanjangan.

Perusahaan jasa desain, rekayasa, dan konsultansi itu secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak pernah diminta untuk mendesain stadion JIS dan tidak terlibat dalam konstruksi proyek tersebut.

- Advertisement -

Fraksi di DPRD DKI Jakarta, salah satunya Fraksi PDIP merespons hal itu dengan mengusulkan pembentukan pansus untuk menyelidiki permasalahan ini.  PDIP meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan pembangunan stadion dengan kapasitas 80 ribu penonton tersebut.

“Audit total dari aspek perencanaan maupun pembangunannya. Bentuk pansus jika dipandang perlu,” kata Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, Senin (11/7/2023).

Sementara itu, Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Arjuna Putra Aldino, mengatakan JIS bukan hanya menyisakan proyek yang tak sesuai dengan standar FIFA namun juga menyisakan luka bagi rakyat kecil yang tinggal di Kampung Bayam dan Kampung Bambu yang digusur dengan alasan agar Stadium terlihat rapi, bersih, dan menarik.

- Advertisement -

“Bukan hanya tak layak standar FIFA, pembangunan JIS menggusur rumah rakyat di kampung bayam dan kampung bambu. Sampai hari ini mereka masih mencari keadilan, hidup terlunta-lunta”, ungkap Arjuna

Menurut Arjuna, nasib warga eks Kampung Bayam yang digusur saat pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di era eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih terkatung-katung untuk memperoleh tempat tinggal. Mereka dulu dijanjikan bakal direlokasi ke Kampung Susun Bayam oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di era kepemimpinan Anies.

Janji itu disampaikan sejak peresmian Kampung Susun Bayam oleh eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Oktober 2022 yang lalu. Namun hingga kini janji itu tak kunjung terealisasi.

“Janji manis Anies sampai hari ini tidak ada buktinya. Hanya pepesan kosong. Sampai hari ini mereka tidak bisa menghuni Rusun yang dijanjikan”, tambah Arjuna

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Persib Hanya Raih Satu Poin di Kandang Dewa United

JCCNetwork.id- Persib Bandung gagal mengamankan kemenangan saat bertandang ke markas Dewa United Banten FC setelah ditahan imbang 2-2 pada pekan ke-28 Liga Indonesia Super...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER