JCCNetwork.id – Cawe-cawe Jokowi direspon oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. Pernyataan kepala negara tersebut disampaikan saat menjelang pesat demokrasi Pemilu 2024 mendatang.
“Saya tak terlalu mengikuti, sedang di sibukkan saya dengan inflasi. Nanti kalau di jawab tak benar pula. Yang pastinya demokrasi ini yang bukan wewenangnya tak boleh,” kata Edy Rahmayadi di rumah dinasnya, Rabu (31/5).
Belakangan ini, isu cawe-cawe menjadi sorotan publik setelah Jokowi melakukan pertemuan dengan 6 Ketua Umum di Istana Negara membahas isu politik hingga bertemu sejumlah pimpinan redaksi media.
Jokowi menekankan bahwa cawe-cawe yang ia lakukan demi kepentingan negara. Jokowi ingin pembangunan berlanjut meskipun ada transisi kepemimpinan.
“Cawe-cawe untuk negara, untuk kepentingan nasional. Saya memilih cawe-cawe dalam arti yang positif, masa tidak boleh? Masa tidak boleh berpolitik? Tidak ada konstitusi yang di langgar. Untuk negara ini, saya bisa cawe-cawe,” kata Jokowi saat menjamu sejumlah pemimpin redaksi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/5).
Jokowi menegaskan, bahwa ia tidak ingin kepemimpinan pada 2024 nantinya menghentikan berbagai upaya pembangunan yang sudah berjalan.
“Kepemimpinan itu jangan maju mundur. Siapa pun yang memimpin harus mengerti apa yang di kerjakan, mikro, makro, situasi global,” ucap Jokowi.



