Kerek Kapital Negara Lewat Pajak Harta Warisan dan Cukai Minuman Soda!

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ekonom dan Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyarankan pemerintah meningkatkan penerimaan pajak guna mencapai target pendapatan negara pada tahun 2024 sebesar 11,8 hingga 12,38 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) secara keseluruhan.

Menurutnya, perlu ada penerapan strategi ekstensifikasi pajak, yang meliputi pengenakan pajak baru. Di antaranya pajak kekayaan dan pajak harta warisan yang lebih progresif, serta perluasan cukai terhadap minuman bersoda dan plastik.

- Advertisement -

“Bentuknya adalah pengenaan pajak-pajak baru, misalnya pajak kekayaan, pajak harta warisan yang lebih progresif, sampai dengan perluasan cukai ke minuman bersoda dan plastik,” kata Bhima melansir Antara, Sabtu (20/5/2023).

Bhima juga merekomendasikan, pemerintah segera terapkan jenis pajak yang telah memiliki dasar hukum. Seperti pajak karbon tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP). Menurutnya, pajak karbon memiliki potensi sebagai sumber pendapatan negara yang signifikan.

Meski demikian, pemerintah meski waspada dalam memberikan insentif fiskal melalui pajak. Perlu lebih selektif dalam menentukan sektor-sektor usaha yang berhak menerima insentif pajak, sehingga dana yang keluar secara efektif dan memberikan dampak positif pada perekonomian.

- Advertisement -

Selain itu, Bhima juga mengingatkan pemerintah untuk mengatasi masalah penggelapan pajak, terutama di sektor ekstraktif sumber daya alam, dengan menutup celah-celah yang ada.

Melalui upaya-upaya tersebut, penerimaan pajak dapat membantu mencapai target pendapatan negara pada tahun 2024 mendatang sesuai impian Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yakni sebesar 11,8 persen hingga 12,38 persen.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,668 Juta per Gram

JCCNetwork.id- Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Sabtu (20/6/2026). Setelah sempat bertahan di level tinggi dalam...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER