Tahun-tahun berikutnya, Thukul menjadi ketua Jaringan Kerja Kesenian Rakyat (Jakker). Pada tahun 1995, ia mengalami cedera pada mata kanan akibat benturan mobil oleh aparat saat ikut dalam aksi protes karyawan PT Sritex. Peristiwa 27 Juli 1998 menghilangkan jejaknya hingga saat ini.
Tiga sajak Thukul yang populer dan menjadi sajak wajib dalam aksi–aksi massa adalah Peringatan, Sajak Suara, serta Bunga dan Tembok. Ketiganya dicantumkan dalam antologi bertajuk Mencari Tanah Lapang yang diterbitkan oleh Manus Amici, Belanda, pada tahun 1994.
- Advertisement -
Kini aktivis kawakan itu sudah 25 tahun hilang namun belum juga di temukan. Meskipun begitu, ia masih tetap menginspirasi banyak orang di Indonesia untuk terus melawan korupsi dan penguasa yang tidak adil.
- Advertisement -



