JCCNetwork.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan rencananya untuk kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden AS pada pemilihan 2024.
Maka secara usia calon presiden di negeri paman sam tersebut, Joe Biden yang kini berusia 80 tahun akan menjadi calon presiden tertua di AS.
Melansir pidato Joe Biden yang di lansir AFP Selasa (25/4/2023) kemarin mengatakan bahwa ia masih memiliki keinginan untuk berjuang menyelamatkan demokrasi dari “ekstrimis” Partai Republik.
“Saya mencalonkan diri sebagai presiden ke-4 tahun lalu, saya mengatakan bahwa kami sedang berjuang untuk jiwanya Amerika Serikat (AS). Dan kami masih berjuang untuk menyelamatkan demokrasi,” kata Joe Biden dalam keterangannya yang di kutip JCCNetwork.id, Rabu (26/4/2023).
Usai memenangkan serangkaian legislatif dometik yang besar serta perjuangan kebijakan luar negeri yang terbilang penting.
Bahkan, juga termasuk kepemimpinan koalisi barat yang membantu Ukraina untuk melawan invasi Rusia, Biden mengklaim tak memilik penantang nyata dalam Partai Demokrat.
Selain itu, keinginan lain yang membuat presiden AS itu berkinginan maju capres 2024 lagi adalah pemulihan ekonomi AS pasca pandemi.
Joe Biden menekankan bahwa ia tengah menempatkan dirinya sebagai juara orang Amerika kerah biru dan teramat perduli dengan Wall Street.
“Saya pikir harus ada pajak minimum untuk miliader,” ucapnya diselah-selah pidatonya disambut tepuk tangan meriah dan nyanian empat tahun lagi.
Respon Eks Presiden Rusia Soal Pencapresan Joe Biden
Merespon keinginan Biden mau capres lagi, Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa Joe Biden “pikun dan kakek yang putus asa” soal pencalonan kembali sebagai Presiden Amerika Serikat.
“Bidan telah mengambil keputusannya. Kakek yang putus asa,” demikian tulis Dmitry Medvedev di Telegram.
“Jika saya berada di posisi militer AS, saya akan segera membuat tes kerja palsu dengan kode nuklir palsu. Jika dia menang untuk menghindari konsekuensi yang tidak akan dapat diperbaiki,” sambungnya.
Di ketahui, Dmitry Medvedev merupakan Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia yang kerap melontarkan kritikan keras kepada Barat dalam berbagai ocehannya di media sosial miliknya.
Hubungan Rusia-AS juga semakin tak membaik sejak mulainya invasi Rusia ke Ukraina sejak februari 2022 lalu. Dan Washinton telah menjadi bagian yang paling kokoh untuk mendukung militer serta keuangan utama untuk Ukraina.
Dapatkan Berita Update di Google Berita























