Pejabat Rajin Pamer Harta Hasil Kejahatan, Harusnya Malu dengan Pekerja Migran Indonesia

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Pejabat publik yang menyombongkan hartanya di media sosial harus malu kepada pada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Apalagi pamer harta kekayaannya di media sosial, hasil penggelapan dana.

“Siapa pun mereka penyelenggara negara yang tidak tahu diri, yang sombong, yang angkuh, kami ingin ajak mereka untuk sadar diri bahwa tidak ada kesombongan yang layak disombongkan di depan rakyat,” kata Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, Senin (13/3/2023).

- Advertisement -

Benny menyesalkan adanya pekerja penyelenggara negara yang berani menyombongkan diri di depan publik padahal tidak menghasilkan devisa sebesar PMI kepada negara, agar malu kepada PMI.

Benny berujar devisa yang masuk ke kas negara dari kerja keras para PMI yang bekerja di luar negeri mencapai Rp159,6 triliun setiap tahun.

Maka seharusnya PMI bisa menyombongkan diri, sehingga paling tidak, berani menolak pemberangkatan ke luar negeri yang syaratnya mesti membayar biaya sekian puluh juta rupiah dan merugikan mereka.

- Advertisement -

Benny menilai negara tidak pernah mengutip biaya sepeser pun dari PMI, malah kebalikannya, PMI yang mestinya diberikan fasilitas memadai oleh negara, kalau perlu uang saku Rp10 juta per orang.

“Tapi karena terbatas anggarannya, hanya sekitar Rp300 miliar, sedangkan BP2MI punya 23 kantor perwakilan di 23 provinsi, kami belum bisa betul-betul melakukan terobosan yang mestinya diberikan negara kepada PMI tadi,” tutup Benny.

- Advertisement -

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER