Upaya Pencegahan Penyakit Jantung Diperluas oleh Kemenkes ke Tingkat Posyandu

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Dalam upaya mencegah penyakit jantung, langkah promotif dan preventif akan diperluas hingga mencakup tingkat Posyandu, kata Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, pada hari Minggu (28/5/2023).

Sebelumnya, upaya tersebut hanya dilakukan di tingkat Puskesmas. Perluasan skrining kesehatan ini mencakup pemeriksaan profil lipid dan hipertensi.

- Advertisement -

“Skrining kesehatan jantung tidak lagi hanya terfokus di Puskesmas,” ucapnya.

Menurut Wamenkes, langkah ini diambil karena terbatasnya jumlah fasilitas kesehatan primer di Puskesmas, sementara jumlah posyandu yang ada di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai ratusan ribu.

Wamenkes berkomitmen untuk mendukung perluasan skrining di posyandu dengan memastikan ketersediaan tenaga kesehatan. Kemenkes akan memberikan pelatihan kepada 1,5 juta kader kesehatan agar mereka dapat mendeteksi faktor risiko penyakit jantung secara dini.

- Advertisement -

Selain itu, dokter umum dan perawat akan menerima pelatihan EKG, dan alat kesehatan untuk deteksi dini penyakit jantung akan disediakan di Puskesmas. Lalu memperluas manfaat JKN atau BPJS Kesehatan untuk mendeteksi dini penyakit jantung.

“Ini sangat penting dilakukan untuk menekan faktor risiko penyakit tersebut,” tutupnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Ratusan Ribu Rokok Ilegal Disita

JCCNetwork.id— Bea Cukai Teluk Nibung menggagalkan pengiriman ratusan ribu batang rokok ilegal yang diangkut menggunakan mobil boks di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Air Batu,...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Berantas Balpres, Bea Cukai Ungkap Aksi Kucing-Kucingan Terus TerjadiKarna Permintaan Masih Tinggi
11:30
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pengamat Nyinyir soal Beras Impor Ilegal: Ini Musuh Negara
07:55
Video thumbnail
Suahasil Laporkan Utang BLBI Tuntas kepada Prabowo
09:08
Video thumbnail
Eks Pimpinan KPK Sentil Penegak Hukum, Jangan Sembarangan Rampas Aset karena Malas Lacak Bukti
08:32
Video thumbnail
Sivitas UIN Sunan Ampel Ungkap Masalah Tata Kelola Fakultas di DPR
09:11
Video thumbnail
Mentan Amran Bereaksi Keras, Sebut 115 Juta Petani Dirugikan Karna Beras Impor Ilegal!
08:06
Video thumbnail
Detik Detik Hakim MK Tegur Denny Indrayana Saat Sidang Gugatan Ijazah Gibran
08:40
Video thumbnail
Waspada Celah RUU Perampasan Aset, Advokat Ingatkan Potensi Jadi Alat Pemerasan
09:01
Video thumbnail
JARI’98 Desak Polri Tangkap Pelaku Pembubaran Ibadah #shorts #trending
01:01
Video thumbnail
Detik-Detik Denny Indrayana Cs Persoalkan Syarat Pendidikan Gibran di MK
13:55
Video thumbnail
Aturan Dapur MBG Diubah, Kepala SPPG Tak Boleh Lagi Absen Saat Masak
09:25
Video thumbnail
Buka bukaan di DPR! Kejawen Maneges Minta Kepercayaan Tak Dianaktirikan
09:15
Video thumbnail
Hakim MK Sentil Mantan Pejabat Kemenhub soal Pesawat Delay Bisa Telepon Itukan Bapak
08:55
Video thumbnail
Hakim MK Kekhawatiran soal Diskresi Penyidik ​​di KUHAP Baru dan RUU Perampasan Aset Disinggung
10:37
Video thumbnail
Kocak, Maba UMRI Tolak Promosi Anak Mentan Amran, Malah Dipuji Lolos Uji
09:04
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER