Basarnas Kerahkan Kopaska Cari 129 Korban Virgo Transport 8

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperkuat operasi pencarian korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dengan mengerahkan personel berkemampuan khusus untuk misi bawah air atau underwater search and rescue. Operasi tersebut melibatkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut, Basarnas Special Group (BSG), serta tim penyelam khusus lainnya.

Sebanyak 129 korban yang masih belum ditemukan menjadi sasaran utama dalam pencarian bawah air tersebut. Basarnas menyiapkan dukungan kapal pencarian KRI Canopus yang telah berada di lokasi kejadian dan memiliki kemampuan untuk membantu operasi pencarian di bawah permukaan perairan.

- Advertisement -

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa pengerahan personel khusus merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pencarian, khususnya terhadap kemungkinan korban yang masih berada di dalam atau sekitar lokasi kecelakaan kapal.

Pernyataan itu disampaikan Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin.

KRI Canopus Dukung Pencarian Bawah Air

- Advertisement -

Menurut Syafii, KRI Canopus menjadi salah satu unsur penting yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan operasi pencarian bawah air. Kapal tersebut merupakan armada terbaru TNI AL yang dimiliki Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Keberadaan kapal itu di lokasi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan tim SAR dalam melakukan pencarian di perairan yang menjadi titik operasi kecelakaan Virgo Transport 8.

“Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kami berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” kata Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin.

Basarnas mengandalkan kemampuan KRI Canopus untuk mendukung pencarian yang membutuhkan peralatan dan metode khusus. Selain kemampuan pencarian bawah air, kapal tersebut juga dilengkapi drone yang dapat dioperasikan di bawah permukaan air.

Peralatan itu diharapkan membantu tim SAR mengidentifikasi kondisi di bawah air dan mendukung pencarian korban ketika situasi perairan telah memungkinkan.

Arus Perairan Hambat Pengerahan Penyelam

Meski KRI Canopus telah berada di lokasi, Basarnas belum menurunkan personel penyelam ke area pencarian. Kondisi arus perairan yang belum memungkinkan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu pelaksanaan operasi bawah air.

Syafii menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan pencarian. Tim SAR masih menunggu kondisi yang lebih aman sebelum menerjunkan penyelam ke lokasi.

“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” ucapnya.

Kondisi arus menjadi faktor penting dalam operasi penyelaman karena dapat memengaruhi keselamatan penyelam, jarak pandang, serta efektivitas pencarian. Oleh karena itu, Basarnas tidak langsung memaksakan pengerahan personel meskipun kapal dan peralatan pendukung telah tersedia.

Tim SAR masih melakukan pemantauan terhadap situasi perairan untuk menentukan waktu yang tepat dalam menjalankan pencarian bawah air.

Kopaska dan BSG Disiapkan Perkuat Operasi

Untuk mendukung operasi tersebut, Basarnas menginventarisasi dan mempersiapkan personel yang memiliki kemampuan khusus dalam penyelaman dan pencarian bawah air.

Unsur yang akan dilibatkan mencakup personel Basarnas, BSG, Kopaska TNI AL, serta tim penyelam lainnya. Mereka dipersiapkan untuk diterjunkan sesuai kebutuhan operasi dan kondisi di lapangan.

Keterlibatan Kopaska dan BSG diharapkan dapat memperkuat kemampuan teknis pencarian, terutama pada area yang membutuhkan penyelaman khusus atau penggunaan metode pencarian bawah air.

Syafii mengatakan personel penyelam akan diterjunkan setelah kondisi cuaca dan arus perairan dinilai memungkinkan. Dengan demikian, pengerahan tim tidak hanya bergantung pada kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga situasi keselamatan di lokasi.

Basarnas juga masih mendatangkan personel tambahan yang memiliki keahlian khusus untuk memperkuat operasi SAR. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi pencarian korban yang belum ditemukan.

BSG Dalam Perjalanan ke Banjarmasin
Selain persiapan tim penyelam, Basarnas memastikan personel Basarnas Special Group telah dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Kehadiran BSG diharapkan menambah kekuatan personel dalam operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Tim tersebut akan mendukung unsur SAR yang telah lebih dahulu berada di lokasi.

Sementara itu, Basarnas terus mengoordinasikan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi, termasuk personel TNI AL dan tim penyelam khusus.

Penguatan operasi dilakukan untuk memastikan pencarian terhadap 129 korban yang belum ditemukan dapat berlangsung secara maksimal. Basarnas juga tetap mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta aspek keselamatan sebelum menentukan langkah pencarian berikutnya.

Pencarian Korban Terus Diperkuat

Operasi SAR kecelakaan Virgo Transport 8 kini memasuki tahap penguatan pencarian dengan dukungan kemampuan bawah air. Penggunaan KRI Canopus, drone bawah air, serta personel penyelam khusus menjadi bagian dari strategi Basarnas untuk memperluas upaya pencarian.

Namun, pelaksanaan penyelaman masih menunggu kondisi perairan yang lebih aman. Basarnas menegaskan bahwa kesiapan teknologi dan personel harus diimbangi dengan pertimbangan keselamatan agar operasi dapat berjalan efektif.

Dengan pengerahan unsur Basarnas, BSG, Kopaska TNI AL, dan tim penyelam lainnya, pencarian diharapkan dapat terus ditingkatkan hingga seluruh upaya yang memungkinkan dilakukan untuk menemukan korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.

Basarnas masih mempersiapkan personel serta memantau situasi di lokasi sebelum melaksanakan operasi underwater secara penuh.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah ke Rp17.585, IHSG Tertekan

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Jumat (11/9/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp17.585 per dolar...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER