JCCNetwork.id- Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, hingga Rabu (2/9/2026) malam. Api yang mulai muncul sejak sekitar pukul 18.00 WIB tersebut belum berhasil dipadamkan hingga pukul 23.00 WIB.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif dengan melibatkan belasan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari sejumlah wilayah di Soloraya. Selain armada pemadam, Polresta Surakarta turut mengerahkan kendaraan water cannon untuk membantu membasahi dan mengendalikan titik api.
Kondisi kebakaran yang belum sepenuhnya terkendali membuat pemerintah setempat mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan meluasnya dampak ke kawasan permukiman warga.
Lurah Mojosongo, Katarina Kartika, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak apabila kebakaran di TPA Putri Cempo terus meluas.
Menurut Katarina, terdapat dua wilayah rukun warga (RW) yang menjadi perhatian, yakni RW 30 dan RW 39. Hingga Rabu malam, kedua wilayah tersebut masih berada dalam kondisi aman. Namun, pemerintah kelurahan tetap melakukan sejumlah persiapan sebagai langkah mitigasi.
“Kami tetap mulai memetakan area terdampak kebakaran TPA Putri Cempo. Karena api belum bisa dipadamkan sampai malam ini,” kata Katarina, Rabu (2/9).
Persiapan dilakukan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tenaga medis, serta relawan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pendirian dapur umum di wilayah Kelurahan Mojosongo untuk mengantisipasi kebutuhan warga apabila kondisi kebakaran memburuk.
Selain itu, pos kesehatan juga disiapkan. Warga yang mengalami gangguan pernapasan, seperti sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya, dapat mendatangi fasilitas kesehatan yang telah disiagakan oleh tim gabungan.
“Dari BPBD sudah hubungi kami, mau mendirikan dapur umum di kelurahan. Terus ini tadi juga dari tim medis dan dari relawan-relawan sudah standby,” katanya.
Pemerintah setempat belum dapat memastikan penyebab kebakaran yang terjadi di kawasan TPA tersebut. Penanganan masih difokuskan pada upaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
Katarina menyebut kebakaran kali ini tergolong yang terbesar dibandingkan kejadian serupa yang pernah terjadi di TPA Putri Cempo. Dalam beberapa tahun sebelumnya, kejadian kebakaran di lokasi tersebut juga pernah muncul, tetapi skalanya dinilai tidak sebesar insiden kali ini.
Menurut dia, kebakaran yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya umumnya hanya menghasilkan uap atau kepulan asap yang kemudian dapat segera dikendalikan.
“Jadi tiap tahun itu memang seperti itu, tapi dulu enggak sempat kebakaran besar seperti ini, cuma uap gitu, kayak itu asap gitu, nanti (bisa) dipadamkan,” tegasnya
Hingga Rabu malam, petugas gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah titik. Besarnya area TPA dan kondisi material yang terbakar menjadi tantangan dalam proses penanganan.
Belasan kendaraan Damkar dari wilayah Soloraya terus dikerahkan untuk mempercepat pemadaman. Bantuan water cannon dari kepolisian juga digunakan untuk mendukung operasi di lapangan.
Pemerintah Kelurahan Mojosongo meminta warga di sekitar lokasi tetap waspada terhadap perkembangan situasi. Dua RW yang telah dipetakan sebagai wilayah berpotensi terdampak masih dinyatakan aman, tetapi kesiapsiagaan terus dilakukan selama api belum sepenuhnya padam.
Sampai pukul 23.00 WIB, kebakaran TPA Putri Cempo belum berhasil dipadamkan. Petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah api menjalar ke area lainnya.
























