Tragedi Migrasi Ceuta Belum Usai

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Tragedi migrasi di Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara, masih berlanjut lebih dari dua pekan setelah sekitar 72.000 orang masuk secara tidak teratur dalam gelombang migrasi pada akhir Juli 2026.

Di tengah pengamanan perbatasan yang kembali diperketat, otoritas setempat kini menghadapi persoalan lain, yakni identifikasi korban yang diduga meninggal saat mencoba mencapai wilayah Spanyol.

- Advertisement -

Hingga 14 Agustus 2026, lebih dari 60 makam telah disiapkan di kompleks pemakaman Muslim Sidi Embarek untuk menampung jenazah korban.

Sebagian besar belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, kurang dari 20 jenazah yang disebut berasal dari Afrika sub-Sahara akan dimakamkan di pemakaman Katolik Ceuta.

- Advertisement -

Sejauh ini, baru enam korban yang berhasil diidentifikasi.

Tiga di antaranya diketahui melalui pemeriksaan sidik jari, sedangkan tiga lainnya dipastikan melalui tes DNA.

Keenam korban tersebut merupakan pria dewasa berkewarganegaraan Maroko.

Meski identitas sebagian besar korban belum diketahui, otoritas tidak menghapus jejak mereka.

Setiap jenazah dicatat menggunakan kode tertentu, sementara makam diberikan nomor identifikasi dan segel pengaman.

Langkah tersebut memungkinkan proses pemulangan apabila keluarga korban kelak berhasil membuktikan identitas melalui pemeriksaan DNA atau metode lain.

Proses penggalian kembali jenazah dilakukan setelah memperoleh izin pengadilan.

Ribuan Migran Masih Bertahan
Krisis di Ceuta belum sepenuhnya berakhir.

Pada Minggu (16/8/2026), ratusan migran menggelar aksi di salah satu pantai kota.

Mereka menuntut akses suaka dan meminta pemerintah Spanyol tidak mengembalikan mereka ke Maroko.

Reuters memperkirakan sekitar 5.000 hingga 8.000 migran masih berada di Ceuta.

Sebagian bertahan dalam kondisi terbatas di kawasan Pantai El Trampolín dan sejumlah wilayah pinggiran kota.

Pemerintah Spanyol pada Senin (17/8/2026) mengumumkan penambahan empat fasilitas penampungan dengan kapasitas keseluruhan sekitar 1.500 orang.

Tiga fasilitas akan dikelola pemerintah pusat, sementara satu lainnya berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Otonom Ceuta.

Ceuta memiliki sekitar 80.000 penduduk dan bersama Melilla menjadi dua kota otonom Spanyol di Afrika Utara.

Kedua wilayah tersebut merupakan satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan benua Afrika.

Posisi geografis itu menjadikan Ceuta sebagai salah satu jalur yang kerap digunakan migran untuk memasuki wilayah Eropa.

Puluhan Ribu Orang Menyeberang
Gelombang migrasi mulai meningkat pada 29 Juli dan mencapai puncaknya sehari kemudian.

Pada 30 Juli, sejumlah migran terlihat berenang dari pantai Maroko menggunakan ban atau alat bantu lainnya untuk mencapai Ceuta.

Sebagian lainnya mencoba melewati jalur darat menuju perbatasan.

Reuters juga melaporkan adanya kelompok pemuda yang bergerak ke arah utara dari wilayah Maroko.

Jumlah migran yang berhasil masuk sempat menjadi perdebatan karena angka awal terus berubah.

Pemerintah Spanyol sebelumnya memperkirakan sekitar 50.000 orang memasuki Ceuta, sedangkan pemerintah lokal menyebut angkanya dapat mencapai 60.000.

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska kemudian menyampaikan pada 4 Agustus bahwa sekitar 72.000 orang masuk secara tidak teratur dalam gelombang tersebut.

Dari jumlah itu, lebih dari 70.000 orang telah meninggalkan Ceuta, mayoritas kembali ke Maroko.

Besarnya arus migrasi tersebut membuat jumlah orang yang masuk dalam waktu singkat hampir menyamai populasi Ceuta.

Namun, jumlah tersebut hanya mencerminkan mereka yang berhasil mencapai wilayah daratan.

Nasib orang-orang yang hilang di laut maupun di sekitar pemecah ombak El Tarajal masih menjadi bagian yang belum sepenuhnya terungkap dari tragedi migrasi tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

ESDM Dorong Pengembangan Hidrogen Nasional

JCCNetwork.id- Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat untuk mengembangkan ekosistem hidrogen sebagai salah satu sumber energi masa depan. Wakil...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Blak-blakan, Prabowo Akui Punya Darah Indonesia Timur,: Sekali Hatinya Dipegang, Setia Sampai Mati
08:31
Video thumbnail
Momen Prabowo Panggail Gubernur Sherly, Tepuk Tangan Menggema: Pemilu Masih Lama
08:26
Video thumbnail
DPR Soroti Pengelolaan Aset Rampasan: Jangan Sampai Niat Merampas Ujungnya Jadi Ampas
08:47
Video thumbnail
Momen Prabowo Bercanada ke Luhut: Roda Berputar, Saya Sekarang Komandan Beliau
08:43
Video thumbnail
Resmi Ada Aturan Baru Ojol, Tarif hingga Layanan Pengiriman Barang Kini Diatur
12:01
Video thumbnail
DPR Ingatkan Polisi, Jangan Sampai Jadi Korban Perusahaan
09:28
Video thumbnail
Bikin Laporan ke 9 Hakim MK, Pengadu Justru Ditanya Ketua MKMK Status Anda Apa?
09:30
Video thumbnail
Biaya Haji 2027 Makin Ringan, Prabowo Beri Subsidi Rp3 Juta #shorts #trending
01:53
Video thumbnail
Bahas Biaya Haji 2027, Dasco Lempar Candaan: Semua Sepakat Turun, Kecuali Kementerian Haji
09:15
Video thumbnail
Gibran Buka Suara soal Putusan MK #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Kabar Baik, Subsidi Rp3 Juta dari Prabowo Bikin Biaya Haji 2027 Makin Ringan
08:28
Video thumbnail
Momen Tak Terduga, Lampu Ruangan DPR Mati Saat Bahas RUU Perampasan Aset
09:25
Video thumbnail
Momen Zulhas Sebut Charly Van Houten di Acara PAN, Langsung Disambut Sorakan
08:43
Video thumbnail
MKMK Cecar Pengadu Soal Mana Bukti 9 Hakim MK Diiming-imingi Denny Indrayana
08:07
Video thumbnail
Hakim Liliek Dibuat Heran, Pemohon Klaim Kuliah Usai SMP Tanpa Ijazah SMA
08:03
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Rencana Baru, BNN Bakal Berganti Nama #shorts #trending
01:13
Video thumbnail
Prabowo Tegas Berantas Narkotika, Nama BNN Bakal Berganti Jadi BNPN
09:15
Video thumbnail
Satgas PKH Selamatkan Rp52 Triliun, Prabowo Beri Sinyal Kenaikan Pangkat #shorts #trending
01:55
Video thumbnail
Rp52 Triliun Berhasil Diselamatkan, Prabowo Beri Sinyal Kenaikan Pangkat untuk Satgas PKH
10:08
Video thumbnail
Usai Putusan MK, Suhartoyo Tegur Kubu Gibran: Diam Dulu
09:37

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER