Cabai Rawit Tembus Rp98.600 per Kg

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional masih menunjukkan variasi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga paling tinggi, yakni mencapai Rp98.600 per kilogram (kg).

 

- Advertisement -

Data PIHPS yang dipantau di Jakarta pada Rabu pukul 10.30 WIB juga mencatat harga telur ayam ras berada di level Rp28.300 per kg. Pergerakan harga kedua komoditas tersebut menjadi bagian dari pemantauan harga pangan strategis yang mencakup kebutuhan pokok masyarakat di berbagai daerah.

 

Selain cabai rawit merah, komoditas aneka cabai lainnya juga tercatat mengalami perbedaan harga cukup lebar. Cabai merah besar berada pada harga Rp61.600 per kg, sementara cabai merah keriting mencapai Rp76.100 per kg. Adapun cabai rawit hijau tercatat Rp70.200 per kg.

- Advertisement -

 

Untuk kelompok bumbu dapur, harga bawang merah tercatat sebesar Rp36.750 per kg. Sementara bawang putih berada sedikit lebih tinggi, yakni Rp37.800 per kg.

 

Harga Beras Beragam

 

Komoditas beras yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat juga tercatat dalam beberapa kategori kualitas. PIHPS mencatat beras kualitas bawah I berada di harga Rp15.150 per kg, sedangkan kualitas bawah II mencapai Rp14.950 per kg.

 

Untuk beras kualitas medium, harga medium I tercatat Rp16.300 per kg dan medium II sebesar Rp16.150 per kg.

 

Sementara itu, kelompok beras kualitas super memiliki harga yang lebih tinggi. Beras super I berada di level Rp17.300 per kg, sedangkan beras super II tercatat Rp16.850 per kg.

 

Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan harga berdasarkan kualitas beras yang dipasarkan di tingkat pedagang eceran. Selisih harga antara kategori bawah, medium, dan super menjadi salah satu indikator yang turut diperhatikan dalam perkembangan harga pangan nasional.

 

Harga Daging dan Telur

 

Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat mencapai Rp39.750 per kg. Sementara harga daging sapi berada jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas daging ayam.

 

PIHPS mencatat daging sapi kualitas I dijual dengan harga rata-rata Rp151.300 per kg. Adapun daging sapi kualitas II berada di level Rp143.750 per kg.

 

Telur ayam ras yang juga menjadi salah satu sumber protein masyarakat tercatat Rp28.300 per kg pada pemantauan harga tersebut.

 

Gula dan Minyak Goreng

 

Pergerakan harga juga terlihat pada komoditas gula pasir. Gula pasir kualitas premium tercatat berada di level Rp20.500 per kg, sedangkan gula pasir lokal mencapai Rp19.200 per kg.

 

Sementara itu, harga minyak goreng juga terbagi berdasarkan jenis dan kemasannya. Minyak goreng curah tercatat Rp20.950 per liter.

 

Untuk minyak goreng dalam kemasan, harga merek I berada pada level Rp24.300 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp23.950 per liter.

 

Secara keseluruhan, data PIHPS menunjukkan harga sejumlah bahan pangan utama masih berada pada tingkat yang beragam. Komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah, tercatat memiliki harga yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah komoditas pangan lainnya.

 

Pemantauan harga pangan melalui PIHPS menjadi salah satu rujukan dalam melihat perkembangan harga komoditas strategis di tingkat nasional. Perubahan harga dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pasokan, distribusi, serta kondisi produksi komoditas di sentra-sentra pangan.

 

Dengan adanya pemantauan secara berkala, perkembangan harga bahan pokok dapat diketahui dari waktu ke waktu sehingga perubahan pada komoditas strategis dapat menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gempa M4,6 Guncang Sumba

JCCNetwork.id – Gempa bumi bermagnitudo 4,6 terjadi di wilayah Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa dini hari.Berdasarkan informasi Badan Meteorologi,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER