JCCNetwork.id- Harga emas batangan produksi Antam kembali mengalami penurunan pada awal pekan. Berdasarkan daftar harga resmi yang berlaku pada Senin (29/6/2026), nilai jual logam mulia turun sebesar Rp15.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Kini, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram dipatok sebesar Rp2.645.000. Penurunan tersebut sekaligus mencerminkan pelemahan harga emas domestik setelah sempat berada di level yang lebih tinggi pada perdagangan sebelumnya.
Selain harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas batangan oleh Antam juga mengalami penurunan. Pada perdagangan hari ini, harga buyback terkoreksi sebesar Rp18.000 menjadi Rp2.360.000 per gram. Nilai buyback merupakan acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan miliknya kepada Antam.
Harga tersebut berlaku untuk transaksi di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta, dan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga emas dunia maupun kebijakan perusahaan.
Dari sisi perpajakan, pemerintah masih menerapkan ketentuan bahwa transaksi emas batangan tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022, sehingga nilai PPN tidak lagi diperhitungkan dalam total transaksi pembelian emas.
Meski demikian, pembelian emas batangan tetap dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari nilai transaksi. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023.
Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan yang berlaku pada Senin (29/6/2026):
0,5 gram: Rp1.372.500
1 gram: Rp2.645.000
2 gram: Rp5.230.000
3 gram: Rp7.820.000
5 gram: Rp13.000.000
10 gram: Rp25.945.000
25 gram: Rp64.737.000
50 gram: Rp129.395.000
100 gram: Rp258.712.000
250 gram: Rp646.515.000
500 gram: Rp1.292.820.000
1.000 gram: Rp2.585.600.000
Penurunan harga emas Antam pada hari ini menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang memanfaatkan logam mulia sebagai instrumen investasi jangka panjang. Pergerakan harga emas domestik umumnya dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta dinamika permintaan pasar. Meski mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, emas masih menjadi salah satu aset yang banyak dipilih sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.



