JCCNetwork.id- PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Pulau Jawa tetap dalam kondisi aman dan terkendali meskipun sempat terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah pada Sabtu (13/6/2026). Gangguan pasokan listrik tersebut berdampak pada beberapa daerah, termasuk kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Pemadaman yang berlangsung antara satu hingga tiga jam di sejumlah lokasi itu memicu berbagai keluhan dari masyarakat. Aktivitas perkantoran, usaha kecil, hingga kebutuhan rumah tangga sempat terganggu akibat terhentinya aliran listrik secara sementara.
Menanggapi situasi tersebut, PLN menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat kendala operasional yang menyebabkan berkurangnya pasokan listrik pada beberapa wilayah. Namun perusahaan menegaskan kondisi tersebut tidak sampai mengganggu stabilitas sistem kelistrikan Jawa secara keseluruhan.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak oleh gangguan tersebut. Menurutnya, PLN terus melakukan langkah-langkah percepatan pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin.
“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Kami juga mengimbau pelanggan untuk mengikuti perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi, termasuk di unit PLN setempat,” ujar Gregorius dalam keterangan tertulis.
Gregorius juga mengimbau masyarakat agar mengikuti informasi terbaru mengenai kondisi kelistrikan melalui kanal resmi PLN. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya informasi yang tidak akurat yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Di tengah terjadinya pemadaman, beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa sistem kelistrikan Jawa mengalami blackout atau padam total. Menanggapi kabar tersebut, PLN secara tegas membantah informasi tersebut dan memastikan bahwa sistem kelistrikan Jawa masih beroperasi normal.
“Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait blackout, PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi,” kata Gregorius.
Menurut PLN, pemadaman yang terjadi hanya bersifat lokal pada sejumlah wilayah tertentu dan tidak mencerminkan kondisi blackout yang mengakibatkan seluruh jaringan listrik berhenti beroperasi. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Perusahaan pelat merah tersebut menegaskan bahwa seluruh unit operasional terus melakukan pemantauan terhadap sistem kelistrikan guna menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan. PLN juga memastikan koordinasi dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan lanjutan.
Selain itu, PLN mengingatkan pelanggan untuk memanfaatkan berbagai layanan digital yang tersedia guna memperoleh informasi resmi terkait gangguan maupun pemulihan listrik. Informasi melalui kanal resmi dinilai lebih akurat dibandingkan kabar yang beredar di media sosial atau grup percakapan yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dengan sistem yang tetap terkendali, PLN berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu blackout yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Perseroan berkomitmen terus meningkatkan keandalan jaringan listrik serta memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan di seluruh wilayah Indonesia.



