Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Rp17.900

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah menunjukkan tren positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Mata uang Garuda berhasil mencatat penguatan signifikan dan membawa dolar AS turun ke kisaran Rp17.900-an pada awal sesi perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan yang beredar di pasar keuangan, kurs dolar AS sempat bergerak di bawah level psikologis Rp18.000. Pada awal transaksi, mata uang Negeri Paman Sam tersebut tercatat berada di kisaran Rp17.904 sebelum kemudian bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan.

- Advertisement -

Sementara itu, data nilai tukar yang ditampilkan Google menunjukkan dolar AS berada di posisi sekitar Rp17.976 per dolar AS. Angka tersebut mencerminkan penguatan rupiah dibandingkan posisi sebelumnya yang sempat berada di level lebih tinggi.

Pergerakan kurs pada Rabu diperkirakan masih berada dalam rentang Rp17.895 hingga Rp17.926 per dolar AS. Meski mengalami fluktuasi, tekanan terhadap dolar AS dinilai masih cukup kuat sehingga memberikan ruang bagi rupiah untuk mempertahankan tren penguatannya.

Penguatan rupiah tidak terjadi sendirian. Sejumlah mata uang di kawasan Asia juga mencatat kinerja positif terhadap dolar AS. Namun, rupiah menjadi mata uang dengan apresiasi tertinggi di antara negara-negara Asia yang dipantau pada perdagangan hari ini.

- Advertisement -

Rupiah tercatat menguat sekitar 0,87 persen, menjadikannya sebagai pemimpin penguatan mata uang regional. Kinerja tersebut menunjukkan meningkatnya sentimen positif pelaku pasar terhadap aset-aset domestik di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.

Di posisi berikutnya, won Korea Selatan turut mengalami penguatan sebesar 0,45 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, dolar Hong Kong juga mencatat kenaikan tipis sekitar 0,005 persen.

Analis pasar menilai penguatan sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah, dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi global, pelemahan indeks dolar AS memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang untuk menguat. Sementara dari dalam negeri, stabilitas fundamental ekonomi Indonesia dan terjaganya likuiditas pasar keuangan menjadi faktor yang turut mendukung pergerakan positif rupiah.

Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional karena penguatan rupiah dapat membantu menekan biaya impor dan mengurangi tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan harga barang-barang luar negeri.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta kondisi geopolitik internasional yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan penguatan yang terjadi pada perdagangan hari ini, rupiah kembali menunjukkan daya tahannya di tengah ketidakpastian pasar global dan menjadi salah satu mata uang dengan performa terbaik di kawasan Asia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Shin Tae Yong Resmi Nahkodai Persija

JCCNetwork.id- Persija Jakarta resmi menunjuk mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Kehadiran pelatih asal...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER