JCCNetwork.id-Presiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump kembali bersitegang dengan media dalam wawancara program 60 Minutes yang berlangsung di Gedung Putih, Minggu (26/4/2026) waktu setempat.
Ketegangan muncul saat pembahasan bergeser dari kronologi penembakan di acara jamuan makan malam menjadi isi manifesto pelaku.
Wawancara yang dipandu jurnalis Norah O’Donnell awalnya berlangsung kondusif.
“Saya tak sudi lagi membiarkan seorang pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat melapisi tangannya dengan kejahatan,” kutip O’Donnell.
Namun situasi memanas ketika O’Donnell membacakan kutipan dari manifesto tersangka penembakan, Cole Tomas Allen (31).
“Saya sudah menduga Anda akan membacakan itu, karena kalian memang orang-orang jahat. Sangat jahat!” damprat Trump dengan nada meninggi.
“Ya, dia (pelaku) memang menulis itu. Tapi saya bukan pemerkosa. Saya tidak pernah memerkosa siapa pun!”
Trump langsung merespons dengan nada tinggi dan menuding media menggiring opini publik terhadap dirinya.
“Anda membaca omong kosong dari orang sakit. Saya sudah sepenuhnya dibebaskan dari tuduhan!” cecarnya tanpa memberi ruang interupsi.
Presiden membantah tuduhan yang tersirat dalam manifesto tersebut dan menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan isi pernyataan pelaku.
“Saya ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi. Saya sempat membuat mereka bertindak lebih lambat karena saya bilang, ‘Tunggu sebentar, tunggu sebentar’,” kenang Trump.
Ia juga menyebut narasi yang diangkat berasal dari individu dengan kondisi tidak stabil.
Dalam wawancara yang sama, Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat menunda proses evakuasi saat insiden penembakan terjadi karena ingin mengetahui situasi di lokasi.
Ia baru mengikuti instruksi pengamanan setelah mendapat peringatan tegas dari petugas United States Secret Service.
Sementara itu, tersangka Cole Tomas Allen telah diamankan setelah terlibat baku tembak dengan aparat.
“Kami meyakini tersangka secara spesifik menargetkan anggota administrasi kabinet,” ungkap Blanche.
Penyelidikan awal mengindikasikan adanya motif politik, dengan dugaan target mengarah pada pejabat pemerintahan. Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menyebut tersangka membawa sejumlah senjata, termasuk pistol dan senapan berburu.
Di tengah ketegangan dengan media, Trump meminta agar agenda jamuan makan malam jurnalis Gedung Putih yang terdampak insiden tersebut tetap dijadwalkan ulang dalam waktu dekat.
“Jangan biarkan orang gila membatalkan agenda penting seperti ini,” tutupnya, memberikan pesan bahwa ia tidak akan mundur sejengkal pun dari panggung publik.



