Usai Tragedi Bantargebang, DKI Siapkan PLTSa Baru

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Ruben Onsu Terseret Dugaan Penipuan

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak, menyusul insiden longsor tumpukan sampah di Zona IV Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menelan korban jiwa pada awal Maret lalu. Peristiwa tersebut menewaskan tujuh orang dan kembali menyoroti persoalan pengelolaan sampah di ibu kota.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta berencana membangun tiga fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di beberapa titik strategis. Fasilitas tersebut dirancang tidak hanya untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan limbah.

- Advertisement -

“Untuk pembangkit listrik tenaga sampah, DKI Jakarta akan secara resmi mengusulkan tiga PLTSa. Yang pertama di Bantargebang, yang kedua di Rorotan, Jakarta Utara, yang ketiga adalah di Sunter,” ucap Pramono di Jakarta, Kamis (13/3).

Rencana pembangunan PLTSa itu akan ditempatkan di tiga lokasi berbeda, yakni kawasan Bantargebang di Kota Bekasi, serta dua lokasi lainnya di wilayah Jakarta Utara, yaitu Rorotan dan Sunter.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan segera mengajukan pembangunan tiga fasilitas tersebut secara resmi sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah modern di Jakarta.

- Advertisement -

Menurutnya, setiap fasilitas akan memiliki kapasitas pengolahan sampah yang cukup besar. PLTSa di Bantargebang direncanakan mampu mengolah hingga 3.000 ton sampah per hari, yang terdiri dari sekitar 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama yang selama ini menumpuk di area TPST.

Sementara itu, fasilitas di Rorotan ditargetkan dapat mengolah sekitar 2.000 ton sampah baru setiap hari. Adapun PLTSa di kawasan Sunter dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 2.500 ton sampah baru per hari.

Jika ketiga fasilitas tersebut beroperasi sesuai rencana, kapasitas pengolahan sampah Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 6.500 hingga 7.000 ton per hari. Kapasitas tersebut dinilai akan sangat membantu mengurangi jumlah sampah yang selama ini dikirim dan ditimbun di TPST Bantargebang setiap harinya.

“Maka dengan demikian untuk sampah di Jakarta kalau PLTS ini jalan dan Rorotan jalan, sudah kurang lebih 6.500 sampai 7.000 ton per hari, sampah itu akan tertampung,” jelas Pramono.

Pemerintah provinsi optimistis proyek ini akan menjadi salah satu solusi penting dalam mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap sistem penimbunan sampah di Bantargebang yang selama ini menjadi lokasi utama pembuangan limbah ibu kota.

Selain itu, pengembangan PLTSa juga dinilai dapat mendukung upaya pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi listrik dari limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.

Pramono menjelaskan bahwa proses penandatanganan kerja sama untuk tahap kedua proyek pembangunan PLTSa ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu dekat, kemungkinan pada Mei atau Juni mendatang. Setelah kesepakatan tersebut rampung, tahap pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 bulan hingga fasilitas dapat beroperasi.

“Jadi mudah-mudahan pada bulan Mei atau Juni ini sudah bisa tanda tangan batch dua. Kemudian pembangunan kurang lebih 15 sampai dengan 20 bulan,” tutupnya.

Pemprov DKI berharap proyek ini dapat memperkuat sistem pengolahan sampah di Jakarta sekaligus mencegah terulangnya insiden serupa seperti yang terjadi di TPST Bantargebang, yang menunjukkan urgensi pembenahan tata kelola sampah di wilayah metropolitan tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bayi 6 Bulan Tewas dalam Kebakaran Rumah di Semarang

JCCNetwork.id- Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB....
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Momen Hangat! Mahasiswa Indonesia Sambut Prabowo di Vladivostok
06:34
Video thumbnail
Tiba di Rusia, Prabowo Dapat Pengawalan Ketat Pasukan Presiden Putin
06:23
Video thumbnail
DPR Peringatkan KY Jangan Habiskan Anggaran untuk Pelatihan Hakim Tanpa Hasil
08:15
Video thumbnail
Anies Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Pedagang Cermin Bambang Setiyawan #shorts #trending
00:44
Video thumbnail
DPR Sentil Menhut Raja Juli Gegara Karhutla Kerap Jadi Kalender Tahunan
08:28
Video thumbnail
Ahli Hukum Wanti-Wanti DPR, Integritas Hakim Jadi Kunci UU Perampasan Aset
08:34
Video thumbnail
Kejar Swasembada Bawang Putih, Mentan Amran Cari Bibit hingga China dan India
11:47
Video thumbnail
Prabowo Terbang ke Rusia, Putin Undang Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF
08:02
Video thumbnail
Raja Juli Akhirnya Muncul, Bongkar Cara Kemenhut Pantau Hotspot Karhutla
11:33
Video thumbnail
Soal Asap Karhutla Indonesia Tembus ke Malaysia, Raja Juli: Asap Tak Punya KTP
08:22
Video thumbnail
Ahli Dukung Perampasan Aset Tanpa Putusan Terhadap Koruptor yang Kabur #shorts #trending
01:17
Video thumbnail
Bikin Perhatian! Puan “Jelibet” Ucapkan Kalimat Konstitusionalisasi
08:46
Video thumbnail
Ahli Dorong Aset Koruptor Kabur Bisa Langsung Dirampas Negara Tanpa Perlawanan Balik
09:17
Video thumbnail
DPR Cecar Menpar Widi soal Anggaran dan Kinerja
09:58
Video thumbnail
Prihatin! Mentan Amran Lihat Warga Pungut Sisa Panen: Yang Begini Tak Ada yang Peduli
10:11
Video thumbnail
Menkes Budi Dorong Rujukan Serba Digital: Pasien Belum Tiba, Dokter Sudah Tahu Kondisinya
08:52
Video thumbnail
Resmi Disahkan DPR, Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Perempuan Pertama
08:47
Video thumbnail
Momen Haru Mentan Amran Temui Warga yang Pungut Sisa Panen
11:32
Video thumbnail
Harta Koruptor Dirampas, Lalu Dipakai untuk Pendidikan dan Kesehatan #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Harta Hasil Kejahatan Disita Negara, Diusulkan untuk Pendidikan & Kesehatan
08:09

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER