JCCNetwork.id- Kabar duka datang dari keluarga tokoh politik senior Akbar Tandjung. Putri keduanya, Karmia Krissanty Tandjung Nasution, meninggal dunia pada Rabu (11/3/2026) setelah menjalani perjuangan melawan penyakit kanker payudara.
Kepergian Karmia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, terutama bagi sang suami, Akbar Nasution. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pada Kamis (12/3/2026), Akbar Nasution menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat dan kerabat yang telah memberikan doa serta dukungan kepada almarhumah.
Dalam pesannya, ia mengungkapkan apresiasi atas perhatian dan doa yang terus mengalir sejak kabar duka tersebut tersebar. Ia juga memohon agar segala kesalahan yang mungkin pernah dilakukan almarhumah semasa hidup dapat dimaafkan oleh semua pihak.
Menurut Akbar Nasution, keluarga berharap agar doa-doa yang dipanjatkan dapat menjadi pengiring perjalanan terakhir Karmia. Ia juga berharap almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Apabila ada kesalahan maupun kekurangan dari almarhumah, keluarga, ataupun saya pribadi, kami meminta maaf sebesar-besarnya,” kata Akbar Nasution, dikutip dari Instagram, Kamis (12/3/2026).
“Semoga dibukakan pintu maaf untuk kami. Dan semoga alhamrhumah ditempatkan di Surga,” tambah Akbar dengan nada lirih.
Selain itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat, sahabat, serta kerabat yang telah memberikan doa dan dukungan moral kepada keluarga di tengah suasana duka. Baginya, perhatian tersebut menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka.
“Untuk semua yang mendoakan almarhumah, saya berterima kasih. Saya akan selalu bersenang hati menyambutnya,” ungkap Akbar.
Almarhumah Karmia Krissanty Tandjung Nasution diketahui mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perjuangan melawan kanker payudara. Penyakit tersebut telah dihadapinya dalam beberapa waktu terakhir sebelum akhirnya berpulang.
Jenazah Karmia kemudian dimakamkan pada hari yang sama di TPU Tanah Kusir. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta sejumlah tokoh yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Karmia tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Tandjung, tetapi juga bagi para sahabat dan orang-orang terdekat yang mengenalnya sebagai pribadi yang hangat dan bersahaja. Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak sebagai bentuk penghormatan atas kepergian almarhumah.



