Prancis Kirim Armada Perang ke Timur Tengah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Pemerintah Prancis memutuskan mengirim armada laut dalam jumlah besar ke kawasan Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan Paris akan menempatkan hampir selusin kapal perang, termasuk satu kelompok tempur kapal induk, untuk memperkuat keamanan maritim sekaligus melindungi kepentingan sekutu Eropa di wilayah tersebut.

- Advertisement -

Armada yang dikerahkan mencakup kapal induk FS Charles de Gaulle (R91) beserta kapal pengawal, fregat modern, kapal tanker logistik, dan kapal selam serang.

Gugus tempur tersebut bergerak menuju kawasan Laut Mediterania Timur sebagai bagian dari penguatan kehadiran militer Prancis.

Selain itu, Angkatan Laut Prancis juga menempatkan sejumlah kapal perang di beberapa perairan strategis, termasuk Laut Merah dan jalur pelayaran vital Selat Hormuz yang menjadi rute utama distribusi minyak dari negara-negara Teluk ke pasar global.

- Advertisement -

“Kami mempertahankan sikap yang sepenuhnya defensif. Tujuan kami adalah memastikan keamanan maritim, menjaga kredibilitas Eropa, dan membantu meredakan eskalasi regional,” kata Macron saat berkunjung ke Paphos, Siprus.

Macron menegaskan pengerahan kekuatan militer tersebut bersifat defensif.

Menurutnya, langkah ini bertujuan menjaga keamanan kapal dagang, memastikan kebebasan navigasi, serta mendukung stabilitas kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Macron saat melakukan kunjungan ke Paphos, di mana ia juga bertemu Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis.

Dalam pertemuan tersebut, Macron menyatakan bahwa ancaman terhadap Siprus dianggap sebagai ancaman terhadap Eropa.

Penguatan militer Prancis juga berkaitan dengan dukungan terhadap misi angkatan laut Uni Eropa, Operation Aspides, yang diluncurkan pada 2024 untuk melindungi kapal dagang dari serangan kelompok bersenjata Houthi movement.

Langkah ini diambil ketika jalur pelayaran di Timur Tengah mengalami gangguan akibat konflik yang terus meningkat.

Ketegangan militer di kawasan Teluk disebut telah memengaruhi lalu lintas kapal tanker dan kapal kontainer, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur energi terpenting dunia.

Di tengah situasi tersebut, Prancis bersama negara-negara Eropa juga mulai mempertimbangkan kemungkinan operasi pengawalan kapal dagang untuk menjaga kelancaran jalur perdagangan internasional di kawasan tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Hari Kartini, Megawati Tekankan Peran Strategis Perempuan

JCCNetwork.id- Ketua Umum DPP PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa perempuan Indonesia memegang peran strategis dalam membangun peradaban bangsa. Penegasan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER