Mendagri Targetkan Tak Ada Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah menargetkan seluruh warga terdampak bencana yang masih tinggal di tenda pengungsian dapat segera dipindahkan ke hunian yang lebih layak sebelum perayaan Idulfitri 2026.

Target tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang menegaskan bahwa keberadaan pengungsi di tenda hingga memasuki bulan ketiga setelah bencana menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

- Advertisement -

Menurut Tito, pemerintah tengah mempercepat penanganan hunian bagi para korban bencana melalui berbagai skema, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) serta penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH). Upaya ini dilakukan agar para pengungsi tidak lagi tinggal di tenda menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Saya sengaja mengundang kaitan dengan masalah pengungsian, terutama yang masih ada di tenda karena kita berharap sebelum lebaran tidak ada lagi yang ada di tenda,” kata Tito dikutip dari Antara, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah sengaja mengundang sejumlah pihak terkait untuk membahas secara khusus persoalan pengungsian yang hingga kini masih terjadi di beberapa daerah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Pemerintah ingin memastikan seluruh pengungsi memperoleh solusi hunian sementara yang lebih aman dan layak sebelum masa mudik dan perayaan Idulfitri tiba.

- Advertisement -

Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra menilai kondisi pengungsi yang masih tinggal di tenda setelah tiga bulan pascabencana tidak ideal. Oleh karena itu, percepatan pemindahan ke hunian sementara menjadi prioritas utama pemerintah.

Ia menilai penurunan jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda dapat menjadi indikator penting dalam proses pemulihan pascabencana. Semakin cepat para korban mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak, semakin cepat pula proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan.

“Jadi kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga, bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda,” ungkap Tito.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi yang tinggal di tenda di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra memang terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Di Sumatera Barat misalnya, pemerintah daerah dilaporkan telah berhasil menuntaskan proses pemindahan pengungsi dari tenda sehingga saat ini tidak ada lagi warga yang tinggal di lokasi pengungsian darurat tersebut.

Namun kondisi berbeda masih terjadi di beberapa daerah lain. Di Aceh, pengungsi yang tinggal di tenda masih tersebar di sejumlah kabupaten, antara lain Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, dan Gayo Lues.

Sementara itu, di Sumatera Utara, sebagian pengungsi masih bertahan di lokasi tenda darurat yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

Pemerintah pusat, kata Tito, akan terus mendorong pemerintah daerah agar mempercepat proses penyediaan hunian sementara maupun penyaluran bantuan DTH kepada masyarakat terdampak.

Menurutnya, koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar proses penanganan pengungsi dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Intinya adalah kita melihat masih ada yang ada di tenda, dan ini kita perlu selesaikan. Kita perlu apa solusinya supaya mereka tidak ada di tenda,” ujarnya.

Pemerintah berharap dengan percepatan program hunian sementara dan bantuan dana tunggu hunian, seluruh pengungsi di wilayah terdampak bencana di Sumatra dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak sebelum perayaan Idulfitri tahun ini.

Jika target tersebut tercapai, pemerintah menilai kondisi pemulihan pascabencana akan semakin membaik dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Perkuat Perlindungan Perempuan di Ruang Digital

JCCNetwork.id- Pemerintah menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan perempuan di ruang digital seiring meluasnya akses internet di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER