Luka Lebam Warnai Kematian Bripda Dirja

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id — Kematian anggota polisi muda, Bripda Dirja Pratama (19), di lingkungan asrama kepolisian Polda Sulawesi Selatan memunculkan dugaan tindak kekerasan.

Pemeriksaan awal terhadap jenazah mengungkap adanya sejumlah luka lebam di tubuh korban.

- Advertisement -

Bripda Dirja ditemukan meninggal dunia di mes Polda Sulawesi Selatan yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Ia diketahui merupakan personel Direktorat Sabhara yang baru lulus pendidikan kepolisian pada 2025.

Hasil autopsi yang dilakukan di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel menemukan memar di bagian perut, dada, dan leher korban.

- Advertisement -

Selain itu, keluarga juga melihat adanya darah yang keluar dari mulut almarhum saat jenazah berada di RSUD Daya Makassar sebelum diautopsi.

“Tidak pernah sakit. Subuh sekitar jam 5 pagi Wita masih sempat berkomunikasi dengan ibunya lewat telepon. Tidak ada keluhan apa pun, tetapi setelah itu sudah tidak ada kabar,” ujar Jabir yang juga anggota Polri dengan suara bergetar.

Jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, pada Minggu (22/2/2026) malam.

Dengan pengawalan kepolisian, ambulans yang membawa jenazah tiba di rumah duka pada Senin (23/2/2026) dini hari dan disambut suasana duka keluarga.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengaku tidak menemukan tanda-tanda gangguan kesehatan pada putranya sebelum kejadian.

Ia menyebut korban masih berkomunikasi dengan ibunya sekitar pukul 05.00 Wita tanpa menyampaikan keluhan apa pun.

“Kalau memang benturan di kepala, pasti ada luka, tetapi ini darah keluar dari mulut terus, dan memar ada di perut, dada, dan leher,” katanya.

Pihak keluarga menyatakan akan mengawal proses hukum dan meminta penyelidikan dilakukan secara terbuka.

Mereka menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada penyidik Polda Sulawesi Selatan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Bripda Dirja.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kalau memang ada penganiayaan, kami minta diungkap siapa pelakunya. Kami serahkan sepenuhnya ke penyidik Polda (Sulsel),” tegasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dilaporkan ke Polda Metro, Jubir JK Bantah Tuduhan

JCCNetwork.id- Polemik terkait ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, terus bergulir setelah dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER