JCCNetwork.id- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah utara Sabah, Malaysia, pada Minggu (22/2/2026) pukul 23.57.46 WIB. Guncangan kuat tersebut berpusat di laut dan sempat dirasakan hingga sejumlah wilayah di Kalimantan Utara. Meski demikian, otoritas Indonesia memastikan peristiwa ini tidak memicu potensi tsunami di wilayah Tanah Air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menyatakan hasil analisis dan pemodelan yang dilakukan segera setelah gempa terjadi menunjukkan tidak adanya ancaman gelombang tsunami yang berdampak ke wilayah Indonesia.
Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangan tertulis pada Senin (23/2/2026), menjelaskan bahwa parameter gempa telah dikaji secara komprehensif.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan data BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 6,94 derajat Lintang Utara dan 116,26 derajat Bujur Timur. Titik pusat gempa berada di laut, sekitar 109 kilometer timur laut Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, dengan kedalaman mencapai 628 kilometer.
Dengan kedalaman tersebut, gempa dikategorikan sebagai gempa bumi dalam (deep-focus earthquake). Rahmat menjelaskan, gempa terjadi akibat aktivitas deformasi di dalam Lempeng Laut Filipina. Karakteristik sumber gempa menunjukkan mekanisme pergerakan sesar oblique thrust-fault atau kombinasi geser dan naik.
Hasil analisis percepatan tanah serta pemodelan peta guncangan (shakemap) menunjukkan getaran dirasakan di beberapa wilayah Kalimantan Utara. Di Kabupaten Nunukan, intensitas gempa tercatat pada skala III Modified Mercalli Intensity (MMI), yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti ada truk besar melintas.
Sementara itu, di Kota Tarakan, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI. Pada level ini, getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut, baik di wilayah Malaysia maupun Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi lembaga tersebut guna memperoleh pembaruan data yang akurat dan terpercaya terkait aktivitas gempa bumi di kawasan regional.



