Pemerintah dan BUMN Siapkan Mudik Gratis 2026

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id — Pemerintah memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama masa angkutan Lebaran Idulfitri 2026.

Angka tersebut berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2026 yang mengukur preferensi dan persepsi masyarakat terkait rencana perjalanan mudik.

- Advertisement -

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibanding hasil survei 2025 sebesar 146 juta orang, meski realisasi tahun lalu mencapai 154 juta pemudik.

“Hasilnya sekitar 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan perjalanan (angkutan Lebaran 2026). Kalau kita bandingkan dengan tahun kemarin (2025) surveinya 146 juta. Namun, realisasi pada tahun kemarin (2025) adalah sebesar 154 juta orang,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.

Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan sekaligus menekan beban biaya masyarakat, sejumlah program mudik gratis kembali digelar oleh kementerian, BUMN, hingga pemerintah daerah dengan berbagai moda transportasi darat, laut, dan kereta api.

- Advertisement -

Program BUMN Targetkan 100 Ribu Lebih Pemudik

Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 melibatkan puluhan perusahaan pelat merah dan anak usahanya.

Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menyebut lebih dari 100 ribu pemudik akan diberangkatkan ke berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.

“Program Mudik Gratis BUMN merupakan wujud nyata kepedulian sosial negara melalui BUMN, agar masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Tedi.

Sebanyak 64 ribu lebih peserta akan diberangkatkan menggunakan 1.400 unit bus, hampir 33 ribu orang dengan 99 rangkaian kereta api, serta lebih dari 5.000 orang melalui 42 kapal laut.

Pemberangkatan bus dijadwalkan berlangsung di kawasan Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 17 Maret 2026.

Pemprov DKI Fasilitasi Bus dan Angkut Motor

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka pendaftaran Mudik Gratis 2026 mulai 22 Februari secara daring hingga kuota terpenuhi.

Program ini menyediakan layanan bus ke 20 kota/kabupaten di sejumlah provinsi, serta fasilitas pengangkutan sepeda motor ke enam kota tujuan menggunakan truk.

Pemberangkatan sepeda motor dijadwalkan 16 Maret 2026 dari Terminal Pulogadung, sementara penumpang diberangkatkan pada 17 Maret 2026 dari kawasan Monumen Nasional (Monas).

Untuk arus balik, motor diberangkatkan 25 Maret dan penumpang 26 Maret 2026 menuju Jakarta.

Kemenhub Sediakan Bus, Motis, dan Kapal Laut Gratis

Kementerian Perhubungan membuka pendaftaran mudik gratis mulai 1 Maret 2026.

Untuk moda bus, disiapkan 15.834 kuota penumpang menuju 34 kota di Pulau Jawa dan Sumatera serta fasilitas angkut 240 sepeda motor.

Program Motor Gratis Naik Kereta Api (Motis) menyediakan kuota 11.900 sepeda motor dan 28.182 penumpang di lintas utara, tengah, dan selatan Jawa.

Selain itu, tersedia 50 ribu tiket gratis kapal laut kelas ekonomi bagi pemudik jalur laut.

Jasa Raharja dan KAI Buka Kuota Terbatas
PT Jasa Raharja menyediakan 23.500 kursi mudik gratis sebagai bagian dari program BUMN.

Pendaftaran telah dibuka sejak 12 Februari 2026 dengan jadwal keberangkatan 17 Maret 2026 dari kawasan GBK Jakarta.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar program “Mudik Gratis Bersama KAI” menggunakan KA Tawang Jaya Premium relasi Pasarsenen–Semarang Tawang pada 17 Maret 2026.

Program ini menyediakan 480 tiket gratis yang dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI.

WFA Diterapkan untuk Urai Kepadatan
Selain menyiapkan sarana transportasi, pemerintah juga menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) bagi ASN dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

Berdasarkan hasil survei Kemenhub, kebijakan tersebut dinilai efektif mendistribusikan pergerakan pemudik sehingga tidak menumpuk pada puncak arus mudik H-5 dan H-3 maupun arus balik H+4 hingga H+6.

“Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan WFA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin,” kata Menhub.

Menhub mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan kebijakan WFA untuk menghindari kepadatan.

“Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kabar Bahagia, Ridho Sambut Kelahiran Putra Pertama

JCCNetwork.id- Kabar bahagia datang dari bek Rizky Ridho. Pemain andalan Timnas Indonesia dan Persija Jakarta itu resmi menyandang status sebagai ayah setelah kelahiran anak...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER