JCCNetwork.id-Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, turun langsung ke Aceh Tamiang untuk memastikan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) beserta kesiapan infrastruktur kelistrikannya bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera.
PLN menegaskan komitmennya mendukung penuh pembangunan sekitar 15 ribu unit huntara dengan menjamin pasokan listrik yang aman dan andal.
Kesiapan tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia agar setiap hunian yang selesai dibangun dapat langsung ditempati tanpa hambatan layanan dasar.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dalam keterangan tertulis di Makassar, Sabtu, menyampaikan bahwa PLN telah mengintegrasikan penyediaan listrik sejak tahap awal pembangunan.
“Setiap unit huntara yang rampung, kami pastikan listriknya sudah tersedia dan menyala. Ini agar masyarakat bisa segera menempati hunian dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Pembangunan huntara tidak hanya menitikberatkan pada konstruksi fisik bangunan, tetapi juga pemenuhan standar kelayakan hunian darurat.
Pemerintah melalui Danantara Indonesia menempatkan listrik sebagai prioritas utama, berdampingan dengan akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi.
Saat ini, PLN telah menyiapkan dan membangun infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, meliputi pemasangan trafo, jaringan distribusi, hingga kWh meter pada seluruh unit yang telah terbangun.
Jaringan listrik dilaporkan telah tersambung sepenuhnya dan mencukupi untuk kebutuhan hunian maupun fasilitas umum pendukung.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus wujud kehadiran negara dalam memastikan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah menargetkan 600 unit huntara diserahkan kepada pemerintah daerah setempat pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.



