INSIGHT: Mogok Makan Bukan Alasan Hapus Proses Hukum Provokator Kerusuhan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Direktur Institut Studi Inovatif Generasi & Humanitas Terpadu (INSIGHT), Dede Rosyadi (Deros), angkat suara menanggapi aksi mogok makan yang dilakukan sejumlah tahanan kasus provokasi kerusuhan Agustus 2025.

Ia menegaskan publik tidak boleh terjebak pada narasi menyesatkan yang seolah-olah menggiring opini bahwa para tersangka adalah korban.

- Advertisement -

Menurut Deros, penangkapan para provokator bukan tanpa alasan. Aparat, kata dia, memiliki bukti kuat terkait dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan. Karena itu, aksi mogok makan tidak bisa dijadikan alasan untuk menghapus proses hukum yang tengah berjalan.

“Kalau ada yang melakukan mogok makan, itu murni pilihan pribadi. Namun, negara tidak boleh tunduk pada tekanan semacam itu. Justru hukum harus ditegakkan agar rakyat kecil tidak terus-menerus jadi korban akibat kerusuhan yang dipicu provokasi mereka,” kata Deros kepada awak media.

Ia menambahkan, tuntutan agar proses hukum dihentikan terhadap para tersangka justru berbahaya karena bisa melemahkan supremasi hukum sekaligus mencederai rasa keadilan masyarakat luas.

- Advertisement -

Deros menekankan, negara harus berdiri tegak dalam memastikan proses hukum tetap berjalan secara transparan dan adil.

“Supremasi hukum tidak boleh dilemahkan. Kalau kita ikuti narasi yang keliru, korban sebenarnya bukan mereka yang ditahan, melainkan rakyat yang selama ini dirugikan oleh ulah provokatif,” pungkas Deros.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

PIHPS Catat Kenaikan Harga Pangan Awal Mei 2026

JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat eceran nasional kembali menunjukkan fluktuasi pada awal Mei 2026. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER