Puan Minta Maaf, DPR Disebut Hanya Loyal ke Parpol, Bukan Rakyat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Ketua DPR RI, Puan Maharani, akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas tragedi tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di depan Gedung DPR, Kamis (28/8/2025). Ia berjanji DPR akan “berbenah diri” dan lebih mendengarkan aspirasi rakyat.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai keraguan publik. Bagi banyak kalangan, janji itu terdengar kontradiktif dengan wajah parlemen hari ini yang dipandang arogan dan terputus dari realitas rakyat.

- Advertisement -

Founder Politeia Institute Indonesia (PII), Marcel Gual menilai permintaan maaf Puan hanya bersifat simbolis, tanpa menyentuh akar persoalan.

“Sulit bicara ketulusan, ketika ada anggota DPR berjoget atau melontarkan ejekan ‘tolol sedunia’ saat rakyat melontarkan kritik. Itu adalah cermin krisis empati dan kegagalan moral DPR sebagai representasi politik,” ujar Marcel dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/8).

Marcel menegaskan, tragedi Affan Kurniawan hanyalah puncak gunung es dari kegagalan sistem politik pasca-Reformasi 1998. Reformasi yang dimaksudkan membuka ruang demokrasi justru memberi “blank check” kekuasaan kepada partai politik, mulai dari menentukan calon pemimpin hingga membuat undang-undang.

- Advertisement -

Namun, kekuasaan ini diberikan tanpa disertai mekanisme pertanggungjawaban yang jelas kepada rakyat.

“DPR hari ini hanyalah wajah parpol, yang loyalitasnya lebih tinggi kepada ketua umum partai daripada rakyat. Aspirasi publik pun tersumbat, dan demonstrasi menjadi jalan terakhir rakyat untuk bersuara,” tegasnya.

Pernyataan Puan Maharani, kata Marcel, semakin dipandang paradoksal ketika dikaitkan dengan ucapannya sendiri. Ia pernah menyebut demokrasi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh “garis tangan,” tetapi juga oleh “campur tangan” dan “buah tangan.”

Marcel menilai pernyataan tersebut sebagai pengakuan terselubung atas sistem transaksional dan intervensi politik yang merusak demokrasi.

Namun, publik melihat Puan sendiri adalah bagian sentral dari sistem yang ia kritik—produk sekaligus pelaku dalam lingkaran oligarki politik.

“Tanpa adanya perubahan sistemik yang fundamental, janji untuk “berbenah diri” dianggap tak lebih dari retorika politik. Di mata publik, permintaan maaf semacam ini sulit mengembalikan kepercayaan yang sudah runtuh terhadap parlemen,” kata Marcel Gual.

Lebih lanjut, Marcel memandang pernyataan Puan sebagai retorika politik yang gagal berempati dengan kondisi riil di lapangan. Alih-alih membuka diri seperti yang disampaikan Puan sebelumnya, DPR justru memilih untuk memblokade akses dengan pagar-pagar fisik.

Tindakan ini dianggap Marcel sebagai simbol nyata dari adanya “sumbatan aspirasi” yang selama ini dikritik.

“Pagar beton dan barisan aparat yang tebal menjadi simbol fisik dari ketidakpercayaan dan ketakutan yang kini mewarnai hubungan antara rakyat dan wakilnya. Semua ini seolah membuktikan bahwa meskipun secara lisan DPR berjanji akan mendengarkan, dalam praktiknya, mereka membangun tembok-tembok yang semakin tinggi,” pungkas Marcel Gual.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rombongan Persib U-18 Diserang di Rest Area KM 360

JCCNetwork.id – Rombongan tim Persib U-18 yang berlaga di Elite Pro Academy (EPA) dilaporkan menjadi korban penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal di Rest...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Dulu di Puncak Kejaksaan, Kini Hadapi Dakwaan TPPU, Febrie: Saya Tak Pernah Minta Jabatan
08:44
Video thumbnail
KDM Ungkap Pengalaman Diteror, Rumdin Dilempari hingga Dikejar 25 Orang Berpedang #shorts #trending
01:10
Video thumbnail
KDM Bikin Ngakak, Tak Sebut Ulang Hadirin, Takut Semua Jadi Menteri
08:32
Video thumbnail
Kelakar Bahlil di Trade Expo 2026, Bacakan Sambutan Prabowo Tak Boleh Kurang atau Lebih
09:44
Video thumbnail
Blak-blakan Mentan Amran Puji Tito Karnavian, Noordin M Top Saja Bisa Diselesaikan #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Di Hadapan Hakim, Febrie Tegaskan Pemberantasan Korupsi Adalah Pengabdian
35:35
Video thumbnail
Mentan Amran Puji Tito Karnavian: Noordin M Top Saja Bisa Diselesaikan, Apalagi Mafia Kecil
08:32
Video thumbnail
Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berlanjut, Aji Cahyono Jadi Tersangka #shorts #trending
02:22
Video thumbnail
KDM Ungkap Pengalaman Diteror, Rumdin Dilempari hingga Dikejar 25 Orang Berpedang
08:55
Video thumbnail
Lawan Karhutla, Prabowo Kucurkan Rp2 Miliar untuk 200 Titik Bor #shorts #trending
01:56
Video thumbnail
Lawan Karhutla, Prabowo Kucurkan Rp2 Miliar untuk 200 Titik Bor
08:46
Video thumbnail
SBY: Gagal Bertransformasi, Indonesia Emas 2045 Bisa Menjadi Ilusi #shorts #trending
01:43
Video thumbnail
SBY: Gagal Bertransformasi, Indonesia Emas 2045 Bisa Menjadi Ilusi
08:44
Video thumbnail
Kondisi Udara di Palangka Raya Mengkhawatirkan #shorts #trending
00:43
Video thumbnail
Yusril Buka Suara soal Zakat dan Pajak, Peringatkan Dampak Jika Negara Terlalu Jauh Ikut Campur
15:45
Video thumbnail
Menlu Arrmanatha Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Palestina Tak Pernah Berubah #shorts #trending
01:14
Video thumbnail
Gibran Dorong Pariwisata Indonesia Naik Kelas Lewat Teknologi dan Inovasi #shorts #trending
01:29
Video thumbnail
Tak Berubah, Menlu Arrmanatha Nasir Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Palestina
09:40
Video thumbnail
Detik-Detik DPRD Malut Desak Gubernur Sherly Evaluasi Besar-Besaran Bawahan soal Anggaran
08:06
Video thumbnail
Disambut Tawa, SBY Guyon di Unpad: Bapak Baru Sekali, Saya 10 Tahun Diunjuk Rasa
09:03

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER