JCCNetwork.id – Kapten Sunderland sekaligus gelandang tim nasional Swiss, Granit Xhaka, dijatuhi denda sekitar 136 ribu poundsterling atau setara Rp3,2 miliar dalam kasus kepemilikan sertifikat vaksin Covid-19 palsu.
“Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyaknya pesan dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Pesan-pesan tersebut sangat berarti bagi saya,” tulis Xhaka melalui akun Instagram pada Jumat (9/10/2026).
Xhaka menerima putusan tersebut dan menyatakan bertanggung jawab atas tindakannya.
Melalui unggahan di Instagram pada Jumat (9/10/2026), pemain berusia 34 tahun itu mengaku menghormati keputusan pengadilan.
“Saya sudah mengatakan beberapa pekan lalu secara langsung di sini bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap berpegang pada hal tersebut,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan selama kasus tersebut berlangsung.
Xhaka menyatakan tetap berpegang pada komitmennya untuk bertanggung jawab atas keputusan yang pernah diambilnya.
Selain menerima putusan, ia mengonfirmasi telah membayar biaya perkara.
Meski dijatuhi denda, pelaksanaan hukuman tersebut ditangguhkan selama dua tahun.
Penangguhan berlaku dengan ketentuan Xhaka tidak melakukan pelanggaran hukum lain selama periode tersebut.
Kasus ini berkaitan dengan sertifikat vaksin Covid-19 yang diduga diperoleh Xhaka pada 2022.
Ketika itu, dokumen tersebut digunakan sebagai persyaratan untuk memasuki sejumlah tempat dan mengikuti kegiatan tertentu di Swiss, termasuk untuk keperluan perjalanan internasional.
Pada periode tersebut, Xhaka masih berstatus sebagai pemain Arsenal.
Dalam pernyataan sebelumnya pada 21 September, ia mengungkapkan bahwa keputusan yang diambilnya kala itu dipengaruhi kekhawatiran dan ketidakpastian, meskipun ia menyatakan percaya terhadap vaksin.
Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss sebelumnya menjelaskan bahwa sertifikat vaksin Covid-19 tidak diwajibkan secara umum berdasarkan hukum.
Namun, dokumen tersebut menjadi salah satu persyaratan akses ke sejumlah kegiatan, lokasi, dan perjalanan hingga kebijakan terkait berakhir pada musim semi 2022.
Xhaka Tetap Disiapkan untuk Perkuat Sunderland
Di tengah persoalan hukum tersebut, Xhaka masih menjadi bagian penting dari tim nasional Swiss.
Ia tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk negaranya, yakni 152 kali.
Xhaka juga menjabat kapten Swiss di Piala Dunia 2026, ketika timnya tersingkir pada babak perempat final setelah kalah dari Argentina.
Setelah kasusnya mencuat, Xhaka meninggalkan pemusatan latihan tim nasional Swiss menjelang rangkaian pertandingan UEFA Nations League melawan Skotlandia, Makedonia Utara, dan Slovenia.
Sementara itu, Sunderland diperkirakan dapat kembali mengandalkan sang gelandang saat menghadapi Brighton pada Sabtu (10/10).
Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, enggan memberikan komentar mengenai persoalan hukum yang sedang dihadapi pemainnya.
Le Bris mengatakan Xhaka menunjukkan performa latihan yang baik selama jeda internasional dan berada dalam kondisi yang mendukung untuk kembali bermain.
Menurutnya, kondisi serta kesiapan Xhaka di lapangan menjadi perhatian utama tim, tanpa membahas persoalan di luar sepak bola.
“Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan. Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik. Itu positif. Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting,” kata Le Bris.























