JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto menyetujui skema pembiayaan pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet disabilitas secara multiyears atau tahun jamak. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah untuk memperkuat persiapan atlet Indonesia menghadapi Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan keputusan tersebut saat melepas Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Para Games 2026, Selasa (13/10/2026).
Menurut Erick, perhatian Presiden terhadap pembinaan atlet disabilitas diharapkan mampu memberikan tambahan motivasi bagi para atlet yang akan membawa nama Indonesia di ajang olahraga multievent tingkat Asia tersebut.
Erick mengatakan, Prabowo memiliki perhatian besar terhadap perjuangan para atlet. Karena itu, dukungan berupa kepastian pembiayaan pelatnas diharapkan tidak hanya membantu persiapan menuju Asian Para Games 2026, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga disabilitas dalam jangka panjang.
“Beliau peduli, sayang sama kalian. Mudah-mudahan perhatian khusus ini menjadi penyemangat buat kita semua yang aktif dalam keseharian di olahraga nasional,” kata Erick, dilansir dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pelatnas Tak Bisa Instan
Erick menilai pembentukan atlet berprestasi membutuhkan proses panjang dan persiapan yang konsisten. Karena itu, pemerintah menilai skema pembiayaan multiyears diperlukan agar program pelatnas tidak sepenuhnya bergantung pada pola anggaran tahunan.
Menurut dia, kesiapan atlet untuk menghadapi kompetisi internasional tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Atlet membutuhkan program latihan berkelanjutan, dukungan fasilitas, pemenuhan kebutuhan selama pelatnas, serta pendampingan yang dilakukan secara konsisten.
Skema pembiayaan tahun jamak diharapkan memberikan kepastian bagi proses tersebut sehingga program pembinaan dapat dirancang lebih terukur dan berkesinambungan.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga nasional, khususnya cabang olahraga yang menjadi arena perjuangan atlet disabilitas.
Atlet Berprestasi Dijanjikan Bonus
Selain memastikan dukungan terhadap pembiayaan pelatnas, Erick juga menyampaikan bahwa atlet yang mampu meraih prestasi pada Asian Para Games 2026 akan memperoleh bonus dari pemerintah.
Ia meminta para atlet tidak mengkhawatirkan persoalan penghargaan setelah pertandingan. Menurut Erick, Presiden Prabowo telah menunjukkan komitmennya untuk memberikan apresiasi kepada atlet yang mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.
“Untuk bonus jangan khawatir, Presiden selalu memberikan yang terbaik,” kata Erick.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dorongan kepada kontingen agar dapat bertanding secara maksimal sekaligus fokus mengejar target yang telah ditetapkan.
Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Kompak
Erick juga menekankan bahwa keberhasilan pembinaan atlet tidak dapat hanya dibebankan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dibutuhkan kerja sama lintas lembaga dan tingkatan pemerintahan untuk memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya diminta menjaga koordinasi selama proses persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.
Menurut Erick, kolaborasi tersebut penting karena kebutuhan atlet tidak hanya berkaitan dengan program latihan. Dukungan fasilitas, pendampingan, pemenuhan kebutuhan atlet, hingga kesiapan menghadapi pertandingan juga harus dipastikan secara bersama-sama.
“Harus kompak dan sayang atlet. Kita pastikan semua persiapan bersama-sama. Tentunya bukan kami sendiri. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, NPC, dan berbagai pihak untuk memastikan hal ini bisa tercapai karena gotong royong,” ujar Erick.
103 Atlet Siap Bertanding
Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, memastikan para atlet yang akan tampil pada Asian Para Games 2026 telah berada dalam kondisi siap bertanding.
Kesiapan tersebut tidak hanya diukur melalui aspek fisik, tetapi juga mental. Evaluasi terhadap kondisi atlet dilakukan secara berkala selama mereka menjalani program pemusatan latihan nasional.
Indonesia akan mengirimkan 103 atlet untuk berkompetisi pada 12 cabang olahraga dalam Asian Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Kontingen Merah Putih memasang target masuk jajaran 10 besar klasemen akhir. Untuk mencapai sasaran tersebut, Indonesia membidik perolehan tujuh medali emas, delapan medali perak, dan 17 medali perunggu.
Target tersebut menjadi tantangan bagi para atlet sekaligus ukuran keberhasilan persiapan yang telah dilakukan sebelum keberangkatan ke Jepang.
Dengan dukungan pembiayaan pelatnas secara multiyears, jaminan bonus bagi atlet berprestasi, serta koordinasi antara pemerintah pusat, daerah dan NPC Indonesia, pemerintah berharap pembinaan atlet disabilitas dapat berlangsung lebih terencana.
Asian Para Games 2026 pun menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuan atlet disabilitas sekaligus memperkuat fondasi pembinaan olahraga nasional secara berkelanjutan.
























