Dukung NZE 2030, KAI Perluas Fasilitas Ramah Lingkungan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperluas fasilitas ramah lingkungan di sejumlah stasiun jarak jauh. Hingga Agustus 2025, perusahaan transportasi pelat merah ini telah menyediakan 106 unit water station di 45 stasiun besar. Layanan tersebut memungkinkan pelanggan mengisi ulang air minum secara gratis hanya dengan membawa tumbler pribadi.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyebutkan inisiatif itu menjadi bagian dari komitmen KAI mendukung transportasi berkelanjutan sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

- Advertisement -

“Cukup dengan membawa tumbler pribadi, pelanggan bisa mengisi ulang air kapan saja di stasiun. Lebih hemat, sehat, dan tentu saja berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya, Minggu (24/8).

KAI memastikan kualitas air yang tersedia di seluruh water station sudah memenuhi standar kesehatan. Setiap unit diuji secara rutin melalui Water Quality Laboratory (WQL) dengan dukungan Coway International Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pemeriksaan berkala itu dilakukan untuk menjamin higienitas dan keamanan air yang dikonsumsi pelanggan.

Selain mendukung gaya hidup sehat, fasilitas ini juga dirancang untuk menekan timbulan sampah plastik. Dengan memanfaatkan water station, masyarakat dapat menghemat pengeluaran sekaligus berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

- Advertisement -

KAI mencatat sepanjang Januari–Juli 2025, jumlah pelanggan kereta api mencapai 286,57 juta orang, meningkat 9,04 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 262,81 juta orang. Peningkatan jumlah pengguna transportasi kereta, menurut KAI, semakin memperbesar dampak positif terhadap lingkungan, terlebih dengan adanya program ramah lingkungan tersebut.

Program water station juga selaras dengan target Net Zero Emission (NZE) yang tengah dicanangkan pemerintah. KAI berharap inisiatif kecil seperti membawa tumbler dapat memberi kontribusi signifikan dalam mengurangi jejak karbon.

Selain menyediakan water station, KAI telah mengimplementasikan sejumlah program keberlanjutan lain, seperti face recognition boarding yang mengurangi penggunaan kertas, pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa fasilitas, serta penggunaan kantong sampah kertas daur ulang di dalam kereta.

Anne menegaskan, langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama akan memberikan hasil yang besar.

“Setiap tumbler yang dibawa pelanggan mencerminkan kepedulian terhadap bumi. Perjalanan bersama KAI bukan hanya tentang mobilitas yang aman dan nyaman, tetapi juga tentang menjaga bumi agar tetap hijau dan lestari bagi generasi mendatang,” tutup Anne.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Menteri HAM Bentuk Tim Asesor Verifikasi Aktivis

JCCNetwork.id- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengungkapkan rencana pembentukan tim asesor independen yang akan bertugas menilai keabsahan seseorang dalam menyandang status sebagai...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER