Pasbata Serukan Waspada Provokasi Isu Perang Ambalat di Medsos

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Sekretaris Jenderal Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo, Budiyanto Hadinagoro, mengingatkan publik agar tidak terprovokasi oleh narasi liar yang beredar di media sosial, terutama yang menggiring opini ke arah konflik bersenjata buntut sengketa perbatasan blok Ambalat Indonesia-Malaysia.

Pernyataan ini disampaikan Budiyanto menyusul meningkatnya kekhawatiran netizen menyusul ramainya spekulasi soal potensi ketegangan bersenjata antara Indonesia dan Malaysia di wilayah Ambalat.

- Advertisement -

“Kami menilai narasi konflik bersenjata yang mulai berkembang di media sosial bukan hanya tidak berdasar, tapi juga sangat berbahaya. Kami tegaskan, negara ini punya strategi diplomatik yang kuat dan terukur dalam menangani isu Ambalat,” ujar Budiyanto dalam keterangannya, Senin (4/4/2025).

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara langsung telah meredam spekulasi yang beredar. Dalam kunjungannya ke Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada Selasa (29/7), Anwar menegaskan bahwa penyelesaian sengketa Ambalat akan sepenuhnya ditempuh melalui jalur diplomasi.

Anwar Ibrahim juga mengungkap telah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas solusi damai yang mengedepankan stabilitas kawasan.

- Advertisement -

Blok Ambalat, yang terletak di Laut Sulawesi dekat perbatasan Sabah-Kalimantan Timur, menjadi sengketa strategis karena kandungan minyak dan gasnya yang diperkirakan bisa bertahan hingga tiga dekade. Wilayah ini mencakup 15.235 kilometer persegi dan telah lama menjadi titik tarik-menarik antara Indonesia dan Malaysia.

Pemerintah Indonesia menyatakan memiliki landasan hukum internasional yang kokoh untuk mempertahankan klaim atas Ambalat. Salah satu dasar utamanya adalah peta UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) yang berlaku sejak 1982, yang menegaskan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan (archipelagic state). Dalam konsep ini, penarikan garis pangkal wilayah dilakukan dari pulau-pulau terluar.

Sebaliknya, Malaysia sebagai negara pantai (coastal state) hanya boleh menarik garis pangkal biasa atau lurus, yang dalam kasus Ambalat dinilai tidak akurat dan melanggar prinsip penarikan garis batas laut yang sah.

Meski secara hukum Indonesia di atas angin, Budiyanto tetap mengingatkan agar kewaspadaan nasional tidak kendur.

“Betapapun kita punya argumen hukum yang kuat, kita tidak boleh lengah. Upaya pengaburan batas atau klaim sepihak oleh negara lain harus dihadapi dengan soliditas nasional dan kekuatan diplomasi,” ujarnya.

Ia pun menekankan bahwa rakyat harus mendukung langkah-langkah resmi pemerintah dan tidak larut dalam narasi provokatif yang bisa memperkeruh hubungan bilateral.

“Jangan sampai kita terpancing emosi oleh informasi tidak terverifikasi. Di era disinformasi seperti sekarang, ketenangan dan kejelian membaca situasi jauh lebih penting daripada memelihara kemarahan yang tidak produktif,” tutup Budiyanto.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Semeru Erupsi, Abu Capai 700 Meter

JCCNetwork.id- Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (18/9/2026) pagi. Letusan yang terjadi pukul 08.43 WIB tersebut memicu keluarnya...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18
Video thumbnail
Di Depan DPR, Eks Pimpinan KPK Beberkan Fenomena Tujuan Para Koruptor
09:50
Video thumbnail
14 Pejabat Kemenkeu Resmi Dilantik Suahasil, Mayoritas Masuk Jajaran Ditjen Pajak
23:55
Video thumbnail
Di Depan Prabowo Kiai Hasan Gontor Tegaskan Tetap Lebih Memilih Pendidikan #shorts
01:09
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Buzzer Bayaran Antek Asing, Sosmed Dibikin Ribut, Rakyat Jangan Gampang Percaya
08:20
Video thumbnail
Bikin Suasana Pecah, Zulhas Candai Cak Imin di Depan Prabowo soal Pilpres
09:27
Video thumbnail
Di Hadapan Presiden Prabowo, KH Hasan Abdullah Sahal Memilih Bicara Apa Adanya
08:14
Video thumbnail
Cerita Mentan Amran Naik Copot Manager Disaat Maba Curhat Sulit Dapat Pupuk
08:08
Video thumbnail
Jawaban Maba Bikin Mentan Amran Kaget, Mau Sukses Ogah Berproses
08:08
Video thumbnail
NasDem Usul Ambang Batas 7 Persen #shorts
02:03
Video thumbnail
Para Pemberantas Korupsi Ternyata Korupsi
01:21
Video thumbnail
Blak blakan KDM Kenang Sosok Danny Setiawan, Ada Satu Momen yang Tak Pernah Dilupakan
08:07
Video thumbnail
Pemilik Lahan Langsung Nurut! Sherly Tjoanda Kasih Pesan soal Larangan Bakar Lahan
08:23
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Girang Lihat Bibit Kelapa Siap Tanam dan Terima Kasih ke Pak Presiden, Pak Mentan
08:18
Video thumbnail
Prabowo Pede, Tegaskan Bukan Pemimpin Omon-Omon
10:10
Video thumbnail
Prabowo Beberkan Besarnya Potensi Kelapa Sawit Indonesia
08:34

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER