JCCNetwork.id- Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial dengan menyerukan penangkapan terhadap pendahulunya, Barack Obama. Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (22/7/2025) waktu setempat, Trump menuding Obama terlibat dalam konspirasi kriminal untuk menggagalkan pencalonannya pada Pemilu AS 2016 lalu.
“Pemimpin geng itu adalah Presiden Obama, Barack Hussein Obama,”
ujar Trump dikutip dari Al-Jazeera.
Trump mengklaim tuduhan tersebut didasarkan pada laporan terbaru dari Direktur Intelijen Nasional, Tulsi Gabbard. Menurut Trump, laporan itu menyebut adanya keterlibatan pemerintahan Obama dan sejumlah anggota kabinetnya dalam upaya merusak reputasi Trump menjelang pemilu sembilan tahun lalu.
“Mereka mencoba memanipulasi pemilu, dan mereka ketahuan, dan konsekuensinya harus sangat berat,” ucap Trump.
Namun, pernyataan Trump ini dinilai sarat muatan politik. Ia dikenal kerap menyebarkan teori konspirasi terkait pemilu, termasuk menolak hasil Pilpres 2020 di mana dirinya kalah dari Joe Biden.
Pemilu 2016 sendiri sempat menjadi sorotan global setelah badan intelijen AS, termasuk CIA, menyimpulkan adanya campur tangan Rusia untuk memengaruhi hasil pemilu demi memenangkan Trump.
Laporan lanjutan pada 2019 menyebut tidak ada bukti kuat yang menunjukkan kolusi langsung antara tim kampanye Trump dan Rusia, meski intervensi Rusia terjadi secara sistematis.
Pada saat itu, Presiden Obama merespons dengan mengusir diplomat Rusia dan menjatuhkan sanksi ekonomi. Langkah tersebut kini dijadikan dasar bagi Trump untuk menuduh Obama melakukan sabotase politik terhadap dirinya.



