Kemenham Tangguhkan 7 Tersangka Persekusi Cidahu, Legislator PDI Perjuangan Sebut Bisa Timbulkan Trauma Psikologis

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Marinus Gea menilai tindakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenham), yang menangguhkan penahanan tujuh tersangka persekusi retret remaja Kristen di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat itu dapat menimbulkan trauma psikologi kepada generasi bangsa.

Pasalnya, kata dia, Kemenham seolah-olah mengajarkan bahwa negara memberikan perlindungan kepada para pelaku intoleran.

- Advertisement -

“Ini sikap dan tindakan Kementerian HAM ini  menimbulkan moral hazard bagi generasi, yaa nanti pernyataannya kan, kalau rame-rame kan pasti akan dicarikan jalan keluar, jalan damai, tidak perlu dilakukan penegakan hukum, dan menimbulkan trauma psikologis  kepada generasi-generasi masa datang,” kata Marinus Gea dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/7/2025).

Terlebih, kata dia, ketika peristiwa terjadi, anak-anak dilingkungan tersebut juga melihatnya.

“Tindakan ini harusnya Kementerian HAM melihat bahwa menimbulkan kesan psikologis, trauma masa depan bagi anak-anak ini, yang seolah-olah mengajarkan, memberikan perlindungan kepada pelaku-pelaku intoleran yang dicontohkan pada peristiwa Cidahu itu,” ucap Marinus Gea.
Maka dari itu,  Marinus Gea menilai, apa yang dilakukan Kemenham ini adalah tindakan yang keliru.

- Advertisement -

Tak hanya itu, kata dia, tindakan Kemenham tersebut menunjukkan adanya keberpihakan kepada pelaku.

“Saya sebagai Komisi XIII, kita akan pertanyakan ini nanti dalam Rapat Kerja Komisi XIII dengan Kementerian Hak Asasi Manusia. Jangan-jangan ini Kementerian HAM tidak tahu apa yang menjadi Tupoksinya, sehingga harus mengambil posisi, porsi institusi lain,” ucapnya.

“Atau, kalau yang namanya penangguhan-penahanan itu, kalau menurut hukum kan, hanya cukup diberikan oleh keluarga,  diberikan oleh orang-orang tertentu yang sudah diatur dalam hukum. Jadi, tidak ada pentingnya gitu Kementerian Hak Asasi Manusia untuk turut serta di situ. Artinya, ada seolah-olah ini Kementerian HAM menunjukkan ada keberpihakan yang tidak berdiri adil bagi semua sebagai penjaga hak asasi manusia di Indonesia,” tambahnya.

Sebelumnya, viral video perusakan rumah yang diduga dijadikan tempat ibadah di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Cerita Gitaris Korn Tinggalkan Ketenaran Bikin Kamu Merinding

JCCNetwork.id- Bayangkan kamu bertemu seseorang di jalan rambut gimbal, tubuh penuh tato, tatapan tajam, aura yang bikin orang sedikit mundur. Kesan pertama? Mungkin jauh...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER