Sritex Bangkrut, 10.665 Karyawan Di-PHK: Komisaris Utama Terseret Skandal Kredit Rp26 Triliun

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex resmi dinyatakan pailit dan menutup seluruh kegiatan operasionalnya per Sabtu, 1 Maret 2025, usai diputuskan dalam rapat kreditur kepailitan yang digelar pada Jumat, 28 Februari 2025. Keputusan pahit tersebut tak hanya menandai berakhirnya salah satu raksasa industri tekstil nasional, tetapi juga menyisakan luka bagi ribuan tenaga kerja yang menggantungkan hidup pada perusahaan ini.

Dari total keseluruhan, sebanyak 10.665 karyawan dan pekerja dari grup usaha Sritex menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebagian besar dari mereka sebelumnya bekerja di berbagai lini produksi dan operasional perusahaan yang berbasis di Sukoharjo, Jawa Tengah.

- Advertisement -

Perusahaan ini diketahui memiliki utang menggunung sebesar Rp26,2 triliun, terdiri dari utang kepada kreditur separatis senilai Rp716,7 miliar dan tagihan kreditur konkuren sebesar Rp25,3 triliun.

Pailitnya Sritex tak lepas dari jerat hukum yang kini menimpa jajaran elitnya. Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) telah menetapkan Komisaris Utama Sritex, Iwan Setiawan Lukminto (ISL) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pemberian fasilitas kredit. Penyidik menduga ada penyimpangan dalam proses pemberian kredit yang mengakibatkan kerugian besar terhadap keuangan negara.

Tak hanya Iwan, penyidik juga menetapkan dua pejabat tinggi perbankan dari Bank BJB dan Bank DKI sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Ketiganya kini telah ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Tujuh WNI Terjerat Kasus Haji Ilegal di Arab Saudi

JCCNetwork.id- Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan Warga Negara Indonesia di KJRI Jeddah bergerak cepat menindaklanjuti kasus penangkapan sejumlah WNI oleh aparat keamanan Arab Saudi terkait...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER