Euforia Buru Emas Meningkat, Pakar Ingatkan Risiko dan Momentum Profit Taking

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Per hari ini, harga emas Antam tercatat menembus angka Rp1.980.000 per gram, mendorong masyarakat ramai-ramai memburu logam mulia sebagai bentuk investasi aman.

Fenomena ini memunculkan gelombang gold rush di berbagai daerah. Toko-toko emas dibanjiri pembeli yang ingin mengamankan asetnya dalam bentuk logam mulia, di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global dan domestik.

- Advertisement -

Namun, di tengah euforia yang meluas, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Gigih Prihantono menilai bahwa lonjakan harga emas saat ini bukan momentum yang tepat untuk membeli. Sebaliknya, ia menyarankan agar masyarakat yang sudah memiliki emas mempertimbangkan untuk menjualnya demi meraih keuntungan.

Gigih menambahkan bahwa harga emas sangat tergantung pada mekanisme pasar, khususnya faktor permintaan dan penawaran. Ketika permintaan melonjak seperti sekarang, harga otomatis ikut terdongkrak.

Sementara itu, Dosen dan Peneliti Universitas Islam Indonesia (UII), Listya Endang Artiani, memiliki pandangan berbeda terkait fenomena ini. Ia menyebut tren pembelian emas secara besar-besaran sebagai bentuk perlindungan nilai oleh masyarakat yang mulai cemas terhadap situasi ekonomi nasional.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Cabai Rawit Tembus Rp104.850 per Kg

JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional masih berada pada level yang cukup tinggi. Salah satunya cabai rawit merah yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER