JCCNetwork.Id – FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi terhadap Asosiasi Sepak Bola Republik Kongo (Fecofoot) dan Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF), melarang keduanya berpartisipasi dalam kompetisi internasional. Keputusan ini diumumkan pada Kamis (6/2/2025) dengan alasan pelanggaran regulasi FIFA yang serius.
Sanksi terhadap Fecofoot dijatuhkan akibat adanya campur tangan pihak ketiga dalam urusan internal federasi, yang bertentangan dengan aturan FIFA. FIFA menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan setelah mengirimkan dua misi investigasi ke Brazzaville.
“Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) dan setelah dua misi FIFA/CAF dikirim ke Brazzaville,” kata FIFA dalam pernyataan resminya, Jumat (7/2/2025).
Sebagai konsekuensi dari sanksi tersebut, Fecofoot tidak dapat mengirim tim nasional maupun klub untuk bertanding di ajang internasional hingga statusnya dipulihkan. FIFA juga menetapkan bahwa pencabutan sanksi hanya akan dilakukan jika Fecofoot mengembalikan kendali penuh atas kantor pusat federasi dan fasilitas sepak bola lainnya sesuai standar yang ditetapkan.
Selain Fecofoot, Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) juga dijatuhi sanksi akibat kegagalan dalam mengadopsi revisi konstitusi yang bertujuan memastikan pemilihan yang adil dan demokratis.
PFF sebelumnya telah mengalami beberapa kali penangguhan oleh FIFA, yakni pada 2017 dan 2021, karena masalah serupa terkait campur tangan pihak ketiga dalam kepengurusannya. Sanksi terakhir terhadap PFF sempat dicabut pada Juni 2022 setelah Komite Normalisasi PFF berhasil mengambil alih kendali penuh atas operasional federasi, termasuk keuangan dan fasilitasnya.
Namun, dalam perkembangan terbaru, Kongres PFF yang baru terpilih tidak menyetujui revisi konstitusi yang diajukan oleh FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang menjadi syarat utama bagi organisasi sepak bola dunia tersebut.
“Penangguhan ini hanya akan dicabut jika Kongres PFF menyetujui versi konstitusi yang diajukan oleh FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia),” tambah FIFA.
Ketua Komite Normalisasi PFF, Haroon Malik, menyebutkan bahwa FIFA telah mengusulkan beberapa amendemen agar konstitusi PFF memenuhi standar internasional.
“Namun, dalam pemungutan suara terbaru, mayoritas anggota Kongres PFF yang baru terpilih belum menyetujui revisi FIFA,” ujar Malik.
Meskipun demikian, Malik menegaskan bahwa semua tahapan pemilihan telah selesai, dan anggota Kongres yang terpilih akan mengawasi langkah berikutnya untuk menyelesaikan permasalahan yang menyebabkan sanksi ini.
Dengan sanksi ini, baik tim nasional Pakistan maupun klub-klub asal negara tersebut tidak dapat berpartisipasi dalam turnamen resmi FIFA hingga federasi mereka memenuhi syarat yang ditetapkan.
Keputusan FIFA ini menjadi pukulan besar bagi dunia sepak bola di kedua negara. Tanpa partisipasi di ajang internasional, perkembangan sepak bola nasional bisa terhambat, serta mengurangi peluang pemain untuk bersaing di level global.
Sementara itu, FIFA tetap membuka pintu bagi kedua federasi untuk segera memenuhi persyaratan yang ditentukan agar sanksi dapat dicabut dalam waktu dekat.
Keadaan ini mencerminkan sikap tegas FIFA dalam menegakkan aturan dan memastikan bahwa federasi sepak bola di seluruh dunia beroperasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.



