JCCNetwork.id- Tim Penindakan Bea Cukai Semarang berhasil menindak sebanyak 736.000 batang rokok ilegal dalam Operasi Gempur II, yang digelar pada Kamis (17/10). Operasi ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk menekan peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal yang digalakkan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai di seluruh Indonesia. Operasi ini berlangsung sejak 7 Oktober hingga 7 November 2024.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Semarang, Siti Chomariyah Trinindyani, mengungkapkan bahwa penindakan tersebut bermula dari informasi intelijen terkait adanya pengiriman rokok tanpa pita cukai menggunakan kendaraan mobil travel.
“Setelah menerima informasi tersebut, tim melaksanakan patroli darat dengan pengawasan di sepanjang jalan tol Semarang-Solo,” ujarnya.
Upaya tersebut berbuah hasil ketika tim berhasil menghentikan sebuah mobil travel yang dicurigai di gerbang tol Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang. Dalam pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan sebanyak 736.000 batang rokok ilegal dari berbagai jenis dan merek, yang tidak dilengkapi pita cukai. Total nilai barang ilegal ini diperkirakan mencapai Rp1.015.680.000, sementara potensi kerugian negara dari hasil penindakan ini mencapai Rp751.176.320.
“Penindakan ini merupakan langkah proaktif Bea Cukai untuk menekan peredaran rokok ilegal dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi cukai,” pungkasnya.
Operasi Gempur yang dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia ini menunjukkan komitmen Bea Cukai dalam memberantas peredaran barang ilegal, khususnya rokok tanpa cukai yang kerap merugikan negara dan masyarakat. Penindakan ini diharapkan tidak hanya menekan angka peredaran rokok ilegal, tetapi juga memberikan efek jera bagi para pelanggar hukum. Bea Cukai terus berupaya memperketat pengawasan dan menggalakkan operasi serupa demi menjaga stabilitas penerimaan negara melalui cukai yang tepat.
Bea Cukai bertekad untuk terus melakukan operasi-operasi strategis serupa guna menjaga integritas hukum dan keamanan ekonomi di Indonesia.



