Malut United Tumbang, Bali United Pesta Gol

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Laga panas antara Malut United dan Bali United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (21/9) malam, berakhir dengan kekecewaan bagi Laskar Kie Raha. Di tengah dominasi awal yang memukau, tim asuhan Imran Nahumarury akhirnya harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor 1-4. Kekalahan ini bukan hanya soal gol, tetapi juga kisah ketegangan yang menyelimuti sepanjang pertandingan.

Sejak awal, Imran sudah memperingatkan para pemainnya bahwa laga ini akan sulit, terutama setelah melihat performa Bali United dalam pertandingan sebelumnya. Dan benar saja, konsentrasi para pemain Malut United runtuh saat laga terhenti lama akibat cedera yang menimpa pemain kunci mereka, Yance Sayuri.

- Advertisement -

“Sejak awal, saya sudah mengatakan laga melawan Bali United tidak akan mudah kalau merujuk hasil pertandingan mereka sebelumnya. Pemain kami kehilangan konsentrasi akibat pertandingan yang terhenti lama,” kata Imran Nahumarury, melansir Antara Minggu (22/9/2024).

Pertandingan terhenti cukup lama ketika Yance mengalami cedera parah setelah benturan keras di area dada hingga leher, yang membuatnya tak sadarkan diri. Yance langsung dilarikan ke rumah sakit, dan momen inilah yang menjadi titik balik dalam mentalitas skuad Malut United.

Padahal, di awal laga, Malut United tampil penuh percaya diri. Dengan perubahan strategi di starting line-up, mereka berhasil mengancam pertahanan Bali United berkali-kali. Serangan sayap yang dilancarkan Alwi Slamat dkk sempat membuat kubu Bali United kewalahan. Bahkan, pada menit ke-41, umpan ciamik Yakob Sayuri hampir membuat Yance Sayuri membobol gawang Bali United. Sayang, upaya tersebut gagal berbuah gol.

- Advertisement -

Namun, malapetaka datang tepat sebelum babak pertama berakhir. Dalam upaya menghalau bola, Cassio Scheid justru mencetak gol bunuh diri pada menit ke-45+2. Skor imbang 1-1 menjadi penutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, Bali United kembali ke lapangan dengan perubahan signifikan setelah pelatih Stefano “Teco” Cugurra melakukan pergantian pemain. Hasilnya? Tim Serdadu Tridatu berhasil menciptakan sembilan ancaman serius ke gawang Malut United, tiga di antaranya berbuah gol.

Petaka lebih besar menimpa Malut United setelah cedera Yance di menit ke-66. Konsentrasi para pemain tampaknya hilang bersama kekhawatiran atas kondisi rekannya yang cedera. Made Tito membuka keunggulan Bali United dengan gol pada menit ke-67, disusul oleh gol M. Rahmat (83’) dan Irfan Jaya di menit terakhir perpanjangan waktu (90+9′).

Meski begitu, Laskar Kie Raha sebenarnya sempat memiliki peluang emas melalui sundulan Jorge Ivan Correa. Namun, kiper Bali United, Maringa, berhasil melakukan penyelamatan gemilang yang menggagalkan peluang tersebut.

Badai bagi Malut United semakin besar setelah Tatsuro Nagamatsu, pemain pengganti, mendapatkan kartu merah akibat pelanggaran keras di menit ke-90. Sejak itu, tim harus bermain dengan 10 orang hingga peluit panjang berbunyi.

“Selamat untuk Bali United. Kami punya banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki tim. Saya janji akan memperbaiki tim ini di laga berikut,” tutur Imran.

Safrudin Tahar, yang hadir sebagai perwakilan pemain, juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Malut United.

“Kami sudah bekerja keras, para pemain dan staf pelatih. Tetapi, itulah sepak bola,” ucap Tahar.

Selanjutnya, Malut United akan menghadapi PSS Sleman dalam laga tandang di Stadion Manahan Solo, Kamis (26/9) pukul 19.00 WIB. Sebuah kesempatan bagi Laskar Kie Raha untuk bangkit dan membuktikan diri!

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Doa Kesembuhan dari Gibran Buat Roy Suryo dan Dokter Tifa

JCCNetwork.id- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons penahanan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dengan meminta semua pihak mengikuti proses hukum yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER