Ukraina Porak-poranda: Serangan Rudal dan Drone Rusia Terbesar Hantam 15 Wilayah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Serangan balik besar-besaran Rusia yang dipicu oleh pendudukan Kursk oleh pasukan Ukraina telah mengguncang Ukraina dalam serangkaian serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada hari Senin waktu setempat, saat jam-jam sibuk, Ukraina dihujani oleh lebih dari 100 rudal dan sekitar 100 drone yang diluncurkan oleh Rusia, yang melampiaskan kemarahannya melalui kekuatan militer yang masif.

“Serangan itu menargetkan listrik atau infrastruktur penting lainnya di sedikitnya 10 wilayah,” ungkap laporan tersebut, seperti dimuat The Telegraph.

- Advertisement -

Media lokal melaporkan bahwa serangan tersebut tidak hanya menghancurkan fasilitas-fasilitas energi di seluruh negeri tetapi juga menewaskan sedikitnya lima orang. Target utama dari serangan ini adalah infrastruktur energi dan fasilitas penting lainnya yang tersebar di sedikitnya 10 wilayah, menurut laporan yang diterbitkan oleh The Telegraph. Serangan rudal dan drone ini menjadi yang paling intens sejak Ukraina mulai melancarkan serangannya yang membuat pasukan mereka berhasil merangsek ke wilayah perbatasan Kursk di Rusia.

“Itu adalah salah satu serangan gabungan terbesar. Lebih dari seratus rudal dari berbagai jenis dan sekitar seratus pesawat nirawak Shahed. Serangan ini sama liciknya, menargetkan infrastruktur sipil yang penting,” kata Presiden Volodymyr Zelensky dari Ukraina di Telegram.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dalam pernyataannya di Telegram, menggambarkan serangan ini sebagai salah satu yang terbesar dan paling kejam yang pernah terjadi.

- Advertisement -

Serangan ini tidak hanya mempengaruhi Ukraina, tetapi juga negara tetangga Moldova yang mengalami gangguan kecil pada jaringan listriknya karena koneksi langsung dengan jaringan listrik Ukraina.

Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal, mengungkapkan bahwa 15 wilayah terdampak parah akibat serangan ini. Wilayah yang menjadi sasaran termasuk Rivne dan Volyn di barat laut, Khmelnytsk di barat daya, Zhytomyr di utara, Lviv di barat, serta Dnipropetrovsk, Kirovohrad, dan Vinnytsia di Ukraina tengah. Serangan juga menyasar wilayah Zaporizhzhia di tenggara dan Odesa di selatan, menunjukkan betapa luas dan terkoordinasinya serangan ini.

Di Dnipropetrovsk, seorang pria berusia 69 tahun menjadi salah satu dari lima korban jiwa yang tewas dalam serangan ini. Korban lainnya berada di Zaporizhzhia, Kharkiv, Zhytomyr, dan Volyn, menambah jumlah korban jiwa akibat serangan brutal ini. Di Lutsk, sebuah blok apartemen mengalami kerusakan parah akibat ledakan, dan walikota setempat melaporkan ledakan yang mengguncang daerah tersebut. Di Kyiv, ledakan-ledakan dahsyat juga terdengar, dan sistem pertahanan udara Ukraina terlihat aktif, menembak jatuh beberapa target yang mendekati ibu kota.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia menggunakan 11 pesawat pengebom strategis TU-95 untuk melancarkan serangan ini. Pesawat-pesawat tersebut merupakan bagian dari kekuatan besar yang dimobilisasi Rusia dalam upaya untuk melumpuhkan infrastruktur energi Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia sendiri menyatakan bahwa mereka menggunakan senjata presisi tinggi untuk menghantam infrastruktur penting ini dengan tujuan menghancurkan industri militer Ukraina, yang diyakini sebagai ancaman bagi kepentingan Rusia.

Serangan ini menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara Rusia dan Ukraina, di mana kedua belah pihak terus mencari cara untuk memenangkan pertempuran yang semakin sengit. Dengan dampak yang luas dan korban jiwa yang semakin bertambah, dunia terus mengamati perkembangan ini dengan penuh kecemasan, sementara Ukraina berusaha bangkit dari kehancuran yang disebabkan oleh serangan Rusia yang tanpa ampun ini.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Rp22,2 Triliun

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima sebanyak 499 sertifikat hak pakai dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan total nilai aset...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER