JCCNetwork.id- Dolar AS semakin menggila, rupiah tersungkur di atas Rp 16.400 per dolar! Situasi ini bukan sekadar angka di layar monitor bursa, tetapi menjadi bom waktu bagi perekonomian Indonesia. Pelemahan rupiah mengancam lonjakan harga barang dan meroketnya angka kemiskinan!
Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, memberikan peringatan penting mengenai konsekuensi dari pelemahan rupiah ini. Menurut Huda, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berdampak signifikan pada harga barang di Indonesia, yang berpotensi semakin mahal.
Pasalnya, Indonesia sangat bergantung pada impor, baik bahan baku maupun barang jadi, yang sebagian besar transaksinya menggunakan mata uang dolar AS.
Selain itu, Huda juga menyoroti dampak pelemahan rupiah terhadap subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Mengingat harga minyak dunia dihitung dalam dolar AS, pelemahan rupiah berarti Indonesia harus membayar lebih untuk impor minyak. Ini bisa membebani anggaran negara dan memaksa pemerintah untuk mempertimbangkan pengurangan subsidi BBM.
Situasi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Langkah-langkah strategis harus segera diambil untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan mengelola dampak potensial terhadap ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.



