Indonesia Tanpa Parpol, Realistis atau Utopis?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Isu menarik kembali mencuat di panggung politik Indonesia setelah Habib Rizieq Shihab, tokoh sentral sekaligus mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), melontarkan pernyataan kontroversial. Dalam sebuah video yang beredar luas, Habib Rizieq mendorong agar Indonesia membangunan sistem politik tanpa partai politik.

Habib Rizieq mengkritik keras dominasi partai politik dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia. Menurutnya, banyak jabatan publik saat ini diisi oleh tokoh-tokoh yang berasal dari partai politik, yang lebih sering memprioritaskan agenda partai mereka daripada kepentingan rakyat. Pernyataan ini segera memicu beragam reaksi dan diskusi di kalangan pengamat politik dan masyarakat.

- Advertisement -

Pengamat Kebijakan Publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro, memberikan tanggapan atas pernyataan Habib Rizieq. Menurutnya, konsep negara secara teoritis bisa berada pada dua kutub. Pertama, negara yang dibangun oleh elit personal, yang biasanya diwujudkan dalam bentuk monarki atau kerajaan. Kedua, negara yang dibangun atas dasar komitmen warga negara, yang dalam praktiknya berbentuk demokrasi.

“Dalam konteks demokrasi, partai politik hadir sebagai instrumen yang mewakili kepentingan warga negara. Hal ini tercermin dalam sistem politik Indonesia, yang mengakui kedaulatan rakyat melalui konstitusi.

“Dengan konteks demokrasi itulah maka partai politik lahir sebagai instrumen yang mewakili kepentingan warga negara,” jelas Riko.

- Advertisement -

Ia menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi tidak dapat menghindari keterlibatan partai politik, karena hal tersebut telah diatur dalam konstitusi yang menyatakan kedaulatan berada di tangan rakyat.

Riko juga menyatakan bahwa pandangan Habib Rizieq kurang tepat dalam konteks Indonesia saat ini dan menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap konstitusi. Ia menegaskan bahwa peran partai politik dalam sistem demokrasi tidak bisa dihilangkan begitu saja, karena partai politik merupakan salah satu pilar utama dalam menjalankan demokrasi.

“Pilihan dalam konteks demokrais terlihat dari konstitusi yang disebut dalam pasal yang berbunyi Kedaulatan berada di tangan rakyat. Dengan demikian cara pandang tokoh itu kurang tepat melihat konteks Indonesia dan sekaligus tidak pahami konstitusi,” tutup Riko.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Chelsea Hancurkan AC Milan 3-0 di Jakarta

JCCNetwork.id – Chelsea tampil dominan saat menghadapi AC Milan dalam laga Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu,...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Begini Balasan Kang Dedi Mulyadi Kepada Penenetang Sayembara Tangkap Begal
12:05
Video thumbnail
Kopdes Merah Putih Ramai Disebut Masih Kosong, Zulhas Buka Suara
09:40
Video thumbnail
Bukan Cuma Sayembara! Strategi Kang Dedi Mulyadi Buat Begal Harus Takut Warga
10:05
Video thumbnail
Hashim Tegaskan MBG Tak Akan Berhenti Tetap Lanjut, Kecuali Prabowo Kalah di Pilpres 2029
09:49
Video thumbnail
Pernah Hidup Pas-Pasan dan Dihina Ini Jalan Amran dari Anak Kos hingga Jadi Menteri
09:01
Video thumbnail
KDM Siapkan Tanggung Jawab untuk Korban Begal Keluarga Korban Meninggal Ikut Ditanggung
10:16
Video thumbnail
Bikin Prabowo Kaget! Begini Inovasi Rumah Tahan Gempa Tipe 36, Cuma 14 Hari Rp190 Juta
09:16
Video thumbnail
Buku SD-SMA Dicek Prabowo Satu per Satu, Begini Perbandingannya dengan Luar Negeri
11:43
Video thumbnail
Prabowo Soroti Buku Pelajaran, Tulisan Kecil hingga Kertas Rusak Jadi Masalah
11:48
Video thumbnail
Detik-Detik Hakim Saldi Isra Tegur Ahli Presiden
11:19
Video thumbnail
Siap-Siap Ganti Gas 3 Kg! BRIN Pamer Gas ANG, Lebih Awet dan Hemat
15:25
Video thumbnail
Ahli Presiden Bicara APBN, Hakim MK Soroti Batas Logika Politik
11:10
Video thumbnail
Ahli Presiden Dicecar Hakim MK Soal Arah APBN untuk Daerah
25:59
Video thumbnail
Ekonomi Melejit 34,17%, Tapi Gubernur Sherly Tanya Apakah Maatnya Sampai ke Rakyat?
12:37
Video thumbnail
Bikin Amran Salut! Banyak Maba Undip Ternyata Sudah Jadi Bibit Pengusaha
15:02
Video thumbnail
Bagaimana Rasanya? Prabowo Cicipi Kripik Ubi Ungu di Stand BRIN
08:43
Video thumbnail
Tak Disangka! Gegara dengar Curhat Mahasiswa, Mentan Amran Langsung Telepon Bulog
09:22
Video thumbnail
Mengapa Mentan Amran Sampai Bayari Kos Mahasiswa 2 Tahun? Awalnya Cuma Dengar Curhat Soal Beras
08:54
Video thumbnail
Prabowo Kumpulkan Buku Pelajaran Asia Tenggara, Kurikulum RI Mau Dibawa ke Mana?
11:19
Video thumbnail
Kenapa Prabowo Sampai Kumpulkan Buku Pelajaran Asean? #shorts #trending
02:15

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER