Jerry Massie: Ganjar Jangan Sok Ngurus Rumah Tangga Gerindra

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Direktur Political Public and Policy Studies Jerry Massie, menyoroti pentingnya proses introspeksi bagi Ganjar Pranowo setelah kekalahan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Massie menegaskan bahwa introspeksi diri lebih baik daripada ikut berkomentar terkait rencana penambahan nomenklatur Menteri di kabinet Prabowo dan Gibran.

Jerry Massie, yang juga pakar Politik Amerika Serikat (AS) ini, menekankan bahwa nomenklatur Menteri telah mengalami perubahan sejak era Soekarno hingga kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

- Advertisement -

“Nomenklatur Menteri dapat berubah, melihat kondisi yang relevan. Saya rasa Ganjar tidak perlu terlalu memperhatikan hal tersebut, karena itu adalah hak prerogatif pemenang Pilpres 2024. Jadi Ganjar jangan sok ngurus rumah tangga Gerindra,” kata Jerry.

Lebih lanjut, Jerry menyarankan agar Ganjar, yang telah mendeklarasikan diri sebagai oposisi terhadap pemerintahan Prabowo dan Gibran, untuk lebih baik menjadi pengamat dalam menyikapi hal tersebut.

Jerry juga menekankan bahwa Prabowo senantiasa terbuka untuk menerima masukan yang konstruktif, namun keputusan terkait kabinet dan kebijakan pemerintah tetaplah menjadi wewenang sepenuhnya di tangan Prabowo.

- Advertisement -

“Prabowo suka mendengar masukan yang baik tapi bukan menggangu. Saya kira Ganjar ini mulai menggangu barangkali dia masih sakit hati akibat kalah pilpres. Untuk kabinet serahkan saja pada Prabowo tak perlu intervensi segala,” ucapnya.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo telah menanggapi rencana pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan menambah jumlah kementerian dari 34 menjadi sekitar 40.

Menurut Ganjar, ada potensi pelanggaran Undang-Undang (UU) Kementerian Negara jika pemerintahan mendatang benar-benar menambah jumlah kementerian tanpa melakukan revisi.

Ganjar menyebut UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara yang telah membatasi jumlah kementerian. Dalam UU tersebut ditegaskan bahwa jumlah maksimum kementerian dalam satu kabinet adalah 34.

“Setahu saya undang-undang itu sudah membatasi jumlahnya. Maka kalau lebih dari itu pasti tidak cocok atau tidak sesuai dengan undang-undang,” kata Ganjar, dikutip.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Perpanjang Sertifikasi Halal hingga 2028

JCCNetwork.id- Pemerintah memperpanjang masa penahapan kewajiban sertifikasi halal bagi sejumlah produk dan pelaku usaha hingga 2028. Kebijakan ini diambil untuk memberikan waktu tambahan bagi...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Arsul Sani Singgung Kasus Tak Tamat SMA di Sidang UU Pemilu Punya Gelar S1 Bahkan S2
09:04
Video thumbnail
Menggunakan Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Minta Prabowo Tuntaskan Karhutla #shorts
01:59
Video thumbnail
Momen Tak Biasa, Anggota Parlemen Malaysia Berbahasa Jawa Minta Prabowo Tuntaskan Karhutla
08:02
Video thumbnail
Luhut Ungkap Prabowo Setuju Kajian DEN, Definisi Korupsi Bakal Diubah?
08:02
Video thumbnail
Prabowo Sebut Pelaku Karhutla Terorisme Lingkungan, Siap Usut Sampai Tuntas #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Prabowo Tegas! Pembakar Hutan Disebut Terorisme Lingkungan, Diusut Sampai Tuntas
08:55
Video thumbnail
Bukan Sekadar Makan Gratis, DEN Ungkap MBG Bisa Dongkrak Motivasi Belajar Siswa #shorts #trending
01:46
Video thumbnail
DEN Sebut 95 Persen Penerima MBG Lebih Semangat Belajar jika Menu Enak dan Berkualitas
08:05
Video thumbnail
Bahlil Tak Kuasa Tahan Tawa Saat Prabowo Melempar Candaan, Nama Orang Fakfak Ikut Disinggung!
08:15
Video thumbnail
Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Bandingkan Indonesia dengan Benua Eropa #shorts #trending
01:38
Video thumbnail
Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Bandingkan Indonesia dengan Benua Eropa
08:36
Video thumbnail
Blak blakan Natalius Pigai Pamer Kemampuan Bisa Pidato 2 Jam
08:24
Video thumbnail
Momen Amran Puji Mahasiswi S2 PPL UGM, Berujung Apresiasi Riset Rp5 Juta dan Motor
08:14
Video thumbnail
Kang Dedi Mulyadi Buka Suara soal Etika Insinyur, Akibat Kesalahan Teknik Tak Boleh Dibiarkan!
08:11
Video thumbnail
Usai Bertemu Prabowo, Kepala OJK Kirim Pesan Tegas: Pelanggar Pasar Modal Siap Ditindak
10:08
Video thumbnail
Momen Hakim Arsul Sani Bahas UU KDRT di MK, Tampar Sekali Kok Bisa Kena Pidana 2 Tahun?
08:23
Video thumbnail
98 Kasus Kebakaran Hutan Diusut, Kapolri Segera Umumkan Tersangka #shorts #trending
00:56
Video thumbnail
Kapolri Tegas, 98 Kasus Karhutla Diusut, Tersangka Segera Ditetapkan
08:07

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER