Bantuan Kemanusiaan RI untuk Sudan Tiba di Port Sudan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 10 jam, bantuan kemanusiaan Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk Pemerintah Republik Sudan tiba di Port Sudan, Kamis (4/4/2024).

Setibanya di Sudan, rombongan delegasi Indonesia beserta bantuan kemanusiaan disambut oleh Menteri Kesehatan Sudan, Dr. Haitham Mohamed Ibrahim didampingi Dubes RI untuk Republik Sudan Sunarko dan jajaran.

- Advertisement -

Bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, alat kesehatan, logistik dan beberapa barang sesuai permintaan Pemerintah Republik Sudan senilai kurang lebih 15 miliar rupiah dengan berat 12,44 ton kemudian diturunkan dari lambung pesawat sesaat setelah mendarat.

Mewakili Pemerintah Indonesia, Deputi Bidang Penanganan Darurat Fajar Setyawan menyampaikan rasa prihatin atas dampak yang ditimbulkan oleh konflik internal di Sudan. Dia berharap semoga kedamaian segera terwujud sehingga rakyat Sudan dapat menjalani kehidupan dengan damai seperti sebelumnya.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan rasa prihatin atas dampak yang ditimbulkan oleh konflik internal Sudan dan berharap semoga perdamaian segera terwujud, sehingga masyarakat Sudan dapat menjalani hidup normal kembali dengan rasa penuh persaudaraan dan perdamaian,” kata Fajar dalam keterangan yang diterima JCCNetwork.id.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Fajar mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk selalu menjaga perdamaian dunia serta terlibat aktif dalam misi kemanusian baik akibat perang maupun bencana, sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada saat upacara pelepasan bantuan dan delegasi di Jakarta, pada Rabu (3/4).

“Kehadiran delegasi beserta bantuan ini dapat dimaknai bahwa ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Indonesia yang selalu berupaya untuk menjaga perdamaian dunia. Termasuk peran aktif kita yang selalu terlibat dalam misi kemanusiaan baik akibat perang maupun bencana alam,” jelas Fajar.

Sementara itu Menteri Kesehatan Sudan Haitham, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang terus menjaga komitmen dalam perdamaian dunia, sebagaimana yang dilakukan pada hari ini untuk membantu masyarakat Sudan yang tengah dilanda krisis akibat konflik internal.

“Terima kasih kepada seluruh yang terlibat, khususnya Kedubes Sudan di Jakarta dan KBRI Sudan. Ini bantuan yang kedua dari Indonesia, yang pertama dulu di bulan Desember dan kali ini datang lagi dengan jumlah yang lebih besar,” jelas Haitham.

Menurutnya, hal ini tidak mungkin terwujud tanpa adanya hubungan baik antara Pemerintah Republik Sudan dan Pemerintah Republik Indonesia yang terus dijaga hingga saat ini. Menteri Kesehatan Sudan berharap semoga bantuan kemanusiaan ini dapat meringankan penderitaan masyarakat Sudan yang terdampak konflik internal.

“Kita semua tahu, pelepasan bantuan ini dilaksanakan oleh Presiden RI Joko Widodo, ini membuktikan bahwa Sudan dan Indonesia memiliki hubungan yang kuat,” kata Haitham.

“Semoga hubungan ini semakin kuat khususnya di bidang kesehatan,” pungkasnya.

Adapun misi pengiriman bantua ini dipimpin oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan, yang ditunjuk oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto untuk mengawal dan memastikan semua jenis barang bantuan itu dapat diterima dengan baik oleh Pemerintah Republik Sudan. Pada saat yang sama, Kepala BNPB sendiri juga tengah melaksanakan misi pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Palestina melalui Pemerintah Mesir di Kairo.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen pada Awal 2026

JCCNetwork.id-Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan mencatat pertumbuhan sebesar 6,88 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I 2026. Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER