Serangan Ukraina ke Kilang Minyak Rusia Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id – Tensi di Eropa Timur semakin meningkat setelah Ukraina mengambil langkah drastis dengan menyerang kilang minyak Rusia. Serangan ini telah membuat pasar keuangan global gelisah, mengkhawatirkan dampaknya terhadap produksi dan pasokan bahan bakar di tengah perang di wilayah tersebut.

Dikutip harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak bulan April melonjak sebesar USD 2,16 atau 2,78%, mencapai USD 79,72 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent, sebagai patokan harga minyak dunia untuk kontrak Mei, juga mengalami kenaikan signifikan sebesar USD 2,11 atau 2,58%, menjadi USD 84,03 per barel.

- Advertisement -

Drone milik Ukraina diperkirakan menjadi pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang menyasar kilang Rosneft di wilayah Ryazan dan kilang Novoshakhtinsk di wilayah Rostov, Rusia. Serangan ini terjadi hanya dalam rentang satu hari setelah Ukraina menyerang kilang Lukoil di Nizhny Novgorod.

Ukraina telah berulang kali menyerang infrastruktur minyak Rusia sejak Januari sebagai upaya untuk merugikan perekonomian negara tersebut. Serangan terbaru terjadi menjelang pemilihan presiden Rusia akhir pekan ini.

Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, menjelaskan bahwa target Ukraina kali ini adalah kilang-kilang besar, terutama fasilitas Rosneft di Ryazan yang memiliki kapasitas penyulingan sebesar 340.000 barel per hari. Akibat serangan ini, sekitar 25% dari total kapasitas penyulingan Rusia, yang mencapai 6,8 juta barel per hari, terdampak.

- Advertisement -

“Sekitar 50% kapasitas penyulingan Rusia berada dalam jangkauan serangan pesawat tak berawak Ukraina,” katanya.

Serangan tersebut akan membatasi ekspor solar Rusia dan mengubah negara tersebut menjadi importir bensin.

“Kami melihat harga minyak naik, yang sebenarnya disebabkan oleh produk-produk yang disebabkan oleh serangan-serangan yang telah berlangsung secara teratur sejak Januari,” kata Lipow.

“Pasar memperhitungkan kemungkinan gangguan pasokan yang semakin tinggi terutama jika terjadi kerusakan pada kilang.” tambah dia.

Analis Rapidan Energy Group, Fernando Ferreira, memperkirakan bahwa serangan pesawat tanpa awak akan terus terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Dampaknya dapat membuat Rusia terpaksa menjadi importir bensin dan mengurangi ekspor solar mereka.

“Kita akan melihat situasi yang memburuk di Moskow. Hal ini sangat selaras dengan tujuan Ukraina dalam perang tersebut. Kami telah melihat sejumlah besar drone selama beberapa hari terakhir,” kata Ferreira.

Di sisi lain, Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan persediaan minyak mentah komersial AS sebesar 1,5 juta barel pada minggu lalu, sementara stok bensin turun sebesar 5,7 juta barel.

Serangan di Ukraina dan penurunan persediaan minyak AS telah menggerakkan harga minyak keluar dari tren penurunan akibat kekhawatiran terhadap permintaan di China dan pasokan yang berlimpah di AS.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

JCCNetwork.id- Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali meningkat setelah gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut mengalami erupsi pada Rabu (9/9/2026) dini...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER