JCCNetwork.id- Jep, seorang warga Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, NTB, meninggal akibat ditebas oleh kakak iparnya dengan menggunakan parang. Insiden mengerikan itu terjadi sekitar pukul 19.35 Wita, pada Jumat (8/3/2024), di rumah Jep. Akibatnya Jep mengalami luka serius pada lehernya.
Menurut Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Lombok Timur, Iptu Nicolas Oesman, peristiwa tersebut berawal dari pertengkaran antara Jep dan istrinya, Ida Nurwasitah (19). Jep, yang dalam keadaan mabuk setelah minum tuak bersama teman-temannya, marah karena tidak diberi makan malam oleh istrinya.
“Jadi korban diketahui mengonsumsi miras jenis tuak bersama enam temannya. Setelah pulang memarahi istrinya,” ujar Nico.
Situasi memanas ketika Jep mulai melempari istrinya dengan kayu dan mengancam akan membunuhnya dengan parang. Ida, dalam keadaan ketakutan, melarikan diri ke rumah orang tuanya, namun Jep mengejarnya dan bahkan menampar pipinya dua kali.
“Pelaku dan korban sempat dilerai oleh dua tetangganya yakni Abel (17) dan Diki (21) yang berada di TKP,” ucap Nico.
Ida kemudian meminta tolong kepada kakaknya, SP, setelah Jep mengancam akan membunuhnya. Tanpa ragu, SP datang ke rumah Jep bersama seorang teman. Tanpa berkata-kata, SP langsung menyerang Jep dengan parang, menikamnya sebanyak tiga kali hingga menyebabkan Jep tewas di tempat.
“Jadi (kakaknya) dikirimi pesan dari WhatsApp dan panggilan untuk meminta tolong karena dipukul oleh korban dan diancam dibunuh,” ujarnya.
Ida yang berteriak meminta pertolongan membuat warga sekitar berupaya mengejar pelaku. SP akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
Jep yang terluka parah dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk diautopsi, sementara pelaku diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Korban dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk diautopsi. Pelaku sudah diamankan di Mapolres Lombok Timur untuk dimintai keterangan,” kata Nico.



