Pertarungan Sengit untuk Kursi di Tim Pabrikan Ducati

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Francesco Bagnaia, resmi memperpanjang kontraknya dengan Ducati Corse hingga tahun 2026. Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah, siapakah rekan setim Pembalap Italia itudi musim mendatang?

Dengan kontraknya yang baru, Bagnaia akan tetap menjadi bagian dari Ducati Lenovo hingga setidaknya 2026. Namun, kursi rekan setimnya untuk musim depan masih menjadi tanda tanya besar. Kontrak Enea Bastianini akan berakhir pada akhir musim MotoGP 2024, memberikan peluang bagi pembalap lain untuk bergabung dengan tim pabrikan Ducati.

- Advertisement -

Marc Marquez, yang saat ini membela Gresini Racing, adalah salah satu yang memunculkan spekulasi sebagai calon rekan setim Bagnaia. Kontrak Marquez juga akan habis pada akhir musim ini, membuka kemungkinan bagi dirinya untuk bergabung dengan tim pabrikan Ducati atau tim lainnya.

Namun, Marquez harus bersaing dengan sejumlah pembalap lain yang juga mengincar kursi di tim pabrikan Ducati. Di antaranya adalah Jorge Martin, Alex Marquez, Marco Bezzecchi, Franco Morbidelli, dan Fabio Di Giannantonio.

Manajer Umum Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menyadari bahwa hadirnya Marquez memberikan tantangan baru bagi tim. Dall’Igna mengakui pentingnya mengelola hubungan antara pembalap-pembalap yang memiliki ego masing-masing.

- Advertisement -

Dall’Igna menyadari bahwa Marquez mungkin juga akan menjadi incaran tim lain pada akhir musim ini, membawa informasi berharga tentang motor Ducati yang mendominasi MotoGP. Oleh karena itu, Ducati harus bijaksana dalam mengelola situasi ini.

“Kami tahu ada risikonya dan kami harus pandai mengelola ini dan kesulitan yang muncul dengan baik,” kata Dall’Igna, dikutip dari Crash.

“Ini tidak pernah mudah karena situasinya agak eksplosif. Tetapi untuk tahun depan kami harus berhati-hati dalam mengelola hubungan antara beberapa pembalap dengan baik,” tandasnya.

Marquez harus menunjukkan kinerja yang impresif dan siap menurunkan ego jika ingin menjadi rekan setim Bagnaia. Ducati tidak ingin memiliki dua pembalap yang berpotensi menjadi nomor satu di tim. Namun, kemungkinan untuk memiliki dua pembalap top di satu tim juga sangat menarik untuk diantisipasi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Indonesia–Jepang Teken Kerja Sama Pertahanan

JCCNetwork.id- Pemerintah Indonesia dan Jepang bersiap memperkuat hubungan strategis di sektor pertahanan melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama bilateral. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER