Heboh! 64,9% Masyarakat Inginkan Pilpres 2024 Satu Putaran

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Hasil survei nasional yang dilakukan oleh Lembaga Survei Populi Center, menunjukkan sebanyak 64,9 persen masyarakat menyatakan harapan agar pelaksanaan pemilihan presiden (Pilres) 2024 berlangsung dalam satu putaran.

 

- Advertisement -

Lalu 26,9 persen responden menjawab dua putaran, empat persen menjawab tidak masalah satu atau dua putaran, sisanya 4,2 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Adapun survei ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat, dengan metode wawancara tatap muka menggunakan aplikasi Populi Center.

 

“Publik bisa dikatakan optimistis pilpres tahun ini berlangsung satu putaran,” kata peneliti Populi Center, Hartanto Rosojati, dalam rilis survei nasional Populi Center di Jakarta, Kamis (9/11/223), dikutip.

- Advertisement -

 

Menurut Hartanto,  hasil survei menunjukkan optimisme publik terkait pilpres tahun ini berjalan satu putaran, meskipun ada tiga pasangan calon yang maju, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud Md, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

 

“Ketika ditanya terkait keyakinan bahwa Pilres akan selesai dalam satu putaran, sebesar 63,9 persen responden menjawab yakin,” ungkapnya.

 

Sementara  itu,  Juru Bicara Timnas Pemenangan Anies-Muhaimin, Andi Sinulingga, menanggapi kritis soal hasil survei ini. Ia menduga adanya pesanan dalam hasil survei tersebut. Baginya tak mungkin Pilres 2024  berlangsung satu putaran.

 

“Tergambar dari hasil survei ini menggiring persepsi publik terhadap pemilu satu putaran dan itu digambarkan dengan data-data, data tadi menjelaskan data itu tergantung dari arah pertanyaan, beda pertanyaan beda hasilnya,” ucap Andi.

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Populi Center Afrimadona, menegaskan bahwa lembaganya tidak bermaksud mendorong Pilpres 2024 satu putaran, karena hal itu dapat merugikan lembaga survei.

 

Survei ini dilakukan untuk menangkap isu yang berkembang di masyarakat dan menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan.

 

“Tidak ada keinginan untuk mendorong satu putaran, ini murni karena isu yang berkembang seperti itu, kenapa tidak ditanyakan itu, kemudian kami capture,” ungkap Afrimadona.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kasus Andrie Yunus Dinilai Belum Adil

JCCNetwork.id- Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan melayangkan kritik keras terhadap tuntutan hukuman yang diajukan Oditur Militer kepada empat anggota TNI yang menjadi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER