JCCNetwork.id – Ketegangan antara Palestina vs Israel semakin memanas sudah beberapa pekan belakangan ini sejak pecah pada 7 Oktober 2023 lalu. Bahkan, perang kedua negara timur tengah itu mengundang simpati dunia, lantaran sudah menelan banyak korban jiwa.
Apalagi, ditambah kemarahan seluruh dunia mengecam aksi teroris Israel merudal Rumah Sakit Arab Al-Ahli di Kota Gaza sekitar pukul 19.30 waktu setempat pada Selasa (17/10/2023) lalu. Dimana korban dari aksi bejat Zionis Israel tersebut banyak diantaranya para wanita dan anak-anak.
Hingga saat ini, jumlah korban tewas akibat perang antara milisi Hamas Palestina dengan Israel meningkat menjadi lebih dari 8.700 orang sejak konflik dimulai.
Menyikapi hal tersebut, Pemuda Indonesia sekaligus Presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Maluku Jabodetabek (FKMMJ), Ahmad Fatsey manilai, kehadiran pemerintah Amerika Serikat (AS) ditengah konflik kedua negara itu justru semakin memperkeruh konflik dan mendukung kekerasan.
“Apa yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat turut serta dalam mendukung tindakan kekerasan Israel terhadap Palestina sudah sangat berlebihan. Padahal, Pemerintahan Joe Biden yang katanya sebagai polisi dunia harusnya berperan sebagai mediator perdamaian, bukan sebagai pihak yang memperkeruh konflik dan mendukung kekerasan,” tegas Fatsey dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/10/2023).
“Ini jelas Pemerintah AS mendukung adanya Genosida atau peusnahan masal di Palestina. Bagaimana tidak, semua dikerahkan AS baik media, terntaranya, uangnya, dan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk membantu Israel melakukan Genosida di Palestina. Ini harusnya menjadi peringatan semua pemimpin muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia,” sambung dia.
Lebih lanjut, Fatsey mendorong PBB untuk segera menemukan solusi adil bagi kedua negara tersebut. Pun demikian, Amerika Serikat di desak segera stop melakukan intervensi militer dan lainnya di antara kedua negara bertikai.
Pasalnya, Amerika dan negara lainnya harusnya tegas terhadap Israel yang sudah puluhan tahun belakang ini melakukan genosida di jalur Gaza.
“Indonesia #StayWithPalestina. Indonesia sudah jelas mendukung perdamaian dan menolak penjajahan di muka bumi karena tidak sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan. Amerika dan negara lainnya harusnya benar-benar menjadi polisi dunia untuk perdamaian dan kemanusiaan bukan sebaliknya mendukung kekerasan,” pungkasnya.



